oleh

Ular Sanca  Diduga Membunuh Yusuf Maulana di Serpong Ditangkap Petugas Damkar

POSKOTA.CO – Jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar ) Kota Tangerang Selatan akhirnya berhasil menemukan dan menangkap ular piton jenis sanca kembang yang diduga membunuh Yusuf Maulana, 16, di saluran irigasi Kali Sektor XII, Jl. raya Angsana, Kel. Rawa Buntu, Serpong.

“Kami berhasil menemukan dan menangkap ular sanca kembang yang diduga telah menyebabkan Yusuf Maulana warga Rawa Buntu meninggal dunia setelah dililit ukar tersebut hari Senin (6/7) saat ingin membuang air kecil,” kata Kepala Damkar Kota Tangsel Uci Sanusi, Sabtu (11/7/2020).

Ular dengan panjang sekitar lima meter tersebut ditemukan dan berhasil ditangkap tidak jauh dari lokasi tempat Yusuf Maulana ditemukan telah tewas setelah dililit ular tersebut saat ingin mengambilnya ketika mau membuang air kecil.

Menurut dia, pencarian ular yang diduga membunuh Yusuf Maulana, remaja sekitar dilakukan hampir empat hari dibantu warga sekitar yang khawatir akan ada korban lainnya.

“Pencaharian selama tiga hari oleh petugas tidak ditemukan. Hari ke empat petugas dibantu warga sekitar hingga malam hari akhirnya berhasil menemukan di sebuah parit yang penuh rumput tidak jauh dari TKP tempat korban ditemukan warga,” ujarnya.

Selain menangkap ular yang diduga penyebab tewasnya warga sekitar, imbuh dia, petugas juga menyisir di lokasi lain yang berdekatan ternyata berhasil menangkap satu ular sanca lainnya dengan ukuran lebih kecil dengan panjang tiga meter.

Ke dua ular tersebut kini sudah diamankan petugas ke kantor Damkar Tangsel.

Sebelumnya, seorang remaja yaitu Yusuf Maulana ditemukan tewas akibat terlilit ular saat dirinya menangkap ketika ingin buang air kecil di pinggir kali tersebut, Senin malam (6/7).

Pihaknya, tambah dia, mengimbau agar masyarakat untuk tetap berhati hati dan bila menemukan ular lebih baik meminta bantuan untuk menangkapnya. (anton/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *