oleh

Sengketa Lahan 45 Hektare di Pinang, FBR Tarik Diri dari PT TMRE

POSKOTA.CO – Ketua Forum Betawi Rempug (FBR) Lufti Hakim menyatakan sikap meninggalkan pihak PT Tangerang Matra Real Estate (TMRE) atau Franky dalam perseteruan lahan seluas 45 hektare di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

“Hari ini saya dan teman-teman melepas diri tidak mendukung PT TMRE. Kami berbalik mendukung lawan PT TMRE,” ujarnya saat ditemui POSKOTA.co di bilangan Alam Sutera, Kota Tangerang, Senin (17/8/2020).

Menurut Lutfi, pihaknya tidak lagi ingin ‘beristri’ dengan kubu Darmawan Iskandar, selaku pemilik sah lahan 45 hektare oleh Pengadilan Negeri Tangerang. Alasan peralihan dukungan, kata Lufti, pihaknya tidak mau lagi bersinggungan dengan saudaranya sendiri.

“Jadi, demi kebaikan bersama memandang semua, lebih baik yang kami putuskan tadi. Kalau ada anggota ataupun pengurus FBR yang membangkang dengan keputusan ini, bisa kami pecat,” imbuh Lutfi dengan tegas.

Dalam persoalan sengketa lahan ini, FBR menitipkan harapan kepada pihak yang dimenangkan. “Kalau nanti ada pembangunan di lahan itu, baik itu apartemen atau apa kami minta dilibatkan sebagai pekerja,” harap Lufti mengakhiri.

Sebelumnya, antarkubu Franky dengan Darmawan terlibat ketegangan saat eksekusi lahan seluas 45 hektare di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Saat itu perkara sengketa lahan dimenangkan oleh Darmawan Iskandar, pada Jumat (7/8/2020) lalu.

Akibatnya, keributan antar organisasi masyarakat (ormas) FBR di pihak Franky dengan Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) di pihak Darmawan pun terjadi. Bentrokan kedua ormas tersebut terjadi hingga meluas ke kawasan Tangerang Selatan. (imam)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *