oleh

Satpol PP Jakpus Bongkar Lagi Bangunan Salahi Izin di Jalan Kesehatan VII

POSKOTA.CO – Dak, dik, duk, dek, dor, begitulah suara alunan alat manual berupa godam dan palu tenaga kuli kasar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat saat membongkar pembangunan melanggar Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di kawasan Jalan Kesehatan VII, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, pada Senin (28/11/2022). Dalam pembongkaran bangunan yang menyalahi izin ini pemilik bangunan pasrah.

Kepala Seksi (Kasi) Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Jakarta Pusat Aji Kumala didampingi stafnya Mohammad Daud, mengatakan, pembongkaran bangunan tersebut berdasarkan usulan Rekomendasi Teknis (Rekomtek) Suku Dinas (Sudin) Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Jakarta Pusat lantaran pembangunan ini melanggar IMB.

“Pemilik bangunan membangun empat lantai, padahal di IMB yang terpasang di lokasi hanya tiga lantai. Pembongkaran itu dilakukan berdasarkan rekomtek dari Sudin CKTRP Jakarta Pusat,” ungkap Aji Kumala, di sela-sela memimpin eksekusi pembongkaran, pada Senin (28/11/2022).

Lanjut Aji Kumala menerangkan, saat penertiban ini, Satpol PP menindaklanjuti dengan pembongkaran dalam kapasitasnya sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda).

“Pembongaran tadi menggunakan alat manual berupa godam, palu, gergaji besi dan las listrik tenaga kuli kasar Satpol PP, berdasarkan yang ditandai petugas Sudin CKTRP Jakarta Pusat,” kata Aji Kumala menambahkan, selain petugas Satpol PP, dalam pembongkaran bangunan ini dibantu unsur samping di antaranya, TNI, Polri, petugas Sudin CKTRP, PTSP, Aparatur Sipil Negara (ASN) kecamatan dan kelurahan.

Tokoh masyarakat Jakarta Pusat, Budi berharap Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi DKI Jakarta Heru Budi Hartono meresufle jajaran Dinas CKTRP maupun Sudin CKTRP Jakarta Pusat, karena membiarkan pembangunan menyalahi izin semakin marak di wilayah Kecamatan Gambir. “Pak Pj Gubernur DKI Jakarta harus segera meresufle jajaran tingkat dinas, sudin dan tingkat Kecamatan Gambir agar pembangunan melanggar tidak semakin menjamur,” tandasnya. (*/van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *