oleh

Wamenkes Apresiasi Puskesmas, Kelurahan, dan Kader Kesehatan Kota Bogor dalam Penanggulangan TBC

BOGOR – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus memberikan apresiasi kepada puskesmas, kelurahan, dan kader kesehatan di Kota Bogor yang dinilai berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit, khususnya penanggulangan serta eliminasi Tuberkulosis (TBC).

Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan koordinasi, advokasi, dan sosialisasi pencegahan dan pengendalian penyakit di Grand Savero Hotel Bogor, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Selasa (28/7/2026).

Dalam kegiatan itu, Benjamin didampingi Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, serta Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor Zenal Abidin. Ia menyerahkan penghargaan kepada sejumlah puskesmas dan kader yang mencatatkan capaian terbaik pada semester I tahun 2026.

Puskesmas Cipaku dan Puskesmas Pasir Jaya menerima penghargaan atas capaian penemuan kasus TBC tertinggi. Sementara itu, Puskesmas Bogor Timur meraih dua penghargaan sekaligus, yakni untuk kategori capaian investigasi kontak tertinggi dan keberhasilan pengobatan tertinggi.

Penghargaan untuk capaian Terapi Pencegahan TBC (TPT) tertinggi diberikan kepada Puskesmas Pancasan. Adapun kader kesehatan dari Kelurahan Mulyaharja memperoleh penghargaan atas capaian investigasi kontak tertinggi.

Benjamin mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan dan kader yang telah bekerja keras dalam mendukung program pencegahan serta pengendalian penyakit.

Ia juga berdialog dengan para penerima penghargaan untuk mengetahui strategi yang diterapkan hingga mampu mencapai hasil terbaik. “Kalau dulu kan gratis, nanti kunjungan yang dilakukan para dokter dan kader akan mendapatkan insentif tambahan dari Kementerian Kesehatan. Untuk para kadernya tolong dijaga Pak Wali,” ujar Benjamin, dalam keterangan yang didapat media ini, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, keberhasilan capaian Terapi Pencegahan TBC yang mencapai 80 persen tidak lepas dari edukasi yang dilakukan secara konsisten kepada masyarakat, serta kunjungan langsung kepada kontak erat pasien untuk memastikan pemeriksaan dan pencegahan berjalan optimal.

Sementara itu, Lurah Pasir Jaya Rizki Dwi Nugraha menyampaikan, keberhasilan wilayahnya dalam penanganan TBC didukung oleh pemeriksaan aktif terhadap anggota keluarga pasien sebagai kelompok yang memiliki risiko tinggi tertular penyakit tersebut.

Langkah itu dinilai efektif dalam mempercepat penemuan kasus sekaligus mencegah penyebaran TBC di lingkungan masyarakat. (*/yopy)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *