oleh

Resahkan Pengguna Jalan, Pemkot Jakpus Kurang Tanggap Tertibkan Pak Ogah

POSKOTA.CO – Sejumlah titik putaran lalu lintas (lalin) di wilayah Jakarta Pusat dikuasai Pak Ogah atau juru parkir (jukir) liar hingga dikeluhkan masyarakat pengguna jalan.

Salah satunya seperti di kawasan Jalan Cikini Raya, Menteng, Pak Ogah sedang beraksi mengatur lalin, pada kabur ketika petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kelurahan Cikini saat menghampiri untuk ditertibkan.

“Ada laporan keluhan dari masyarakat tentang Pak Ogah di Jalan Cikini Raya. Tapi sudah pada kabur ketika Satpol PP datang ke lokasi monitoring wilayah,” ungkap Ade Prawira, Selasa (8/6/2021) sore.

Sementara itu, maraknya Pak Ogah dibiarkan semakin liar di sejumlah titik putaran di antaranya, Jalan Kramat Raya Senen, Jalan Samanhudi Sawah Besar dan lain-lain. Pak Ogah ini semakin bebas mengatur lalin. Meski begitu, tidak terlihat batang hidung petugas di dua kawasan ini untuk menertibkan para Pak Ogah yang mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

“Aparatnya diem bae, cemen. Yang ngatur lalin masa Pak Ogah jadi ribet dan macet ngatur lalinnya, sudah gitu nggak pakai masker dan berkerumunan,” cetus Ricky (49), pengguna jalan, Selasa (8/6/2021).

Petugas Satpol PP Kelurahan Cikini hendak menertibkan Pak Ogah di kawasan Jalan Cikini Raya Menteng, namun saat melihat petugas Satpol PP datang, Pak Ogah pada kabur.

Hal senada juga diucapkan Wahyu (48), dia juga kesal lantaran makin banyak Pak Ogah di putaran. “Hadeh, jadi semrawut ngatur lalinnya, ribet dah macet-macet,” keluhnya dengan nada kesal.

Sementara itu, tokoh masyarakat, Rahmat (59), menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat semakin hari semakin kedodoran alias ‘memble’ dalam melakukan koordinasi antara Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) dalam menuntaskan permasalahan di wilayah Jakarta Pusat seperti keluhan masyarakat sangat lamban merespons.

“Ini menjadi catatan untuk Gubernur Anies untuk mengevaluasi pejabat Pemkot Jakpus yang kurang tanggap terhadap keluhan masyarakat. Ganti saja, masih banyak pejabat yang mau kerja untuk membenahi wilayah,” tandasnya.

Sebelum berita ini diturunkan, tak satu pun pejabat teras di lingkungan Pemkot Jakarta Pusat menanggapi tentang Pak Ogah yang dikeluhkan masyarakat pengguna jalan itu. (van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *