oleh

Pemkot Bogor Sabet Empat Penghargaan Inovasi Tatanan Normal Baru

POSKOTA.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyabet empat penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru, Produktif dan Aman Covid-19. Pengumuman dilakukan di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta, Senin (22/6/2020).

Wali Kota Bogor Bima Arya menerima langsung empat penghargaan dari empat kategori berbeda tersebut. Kategori yang dimenangkan oleh Pemkot Bogor adalah juara pertama pada sektor pasar tradisional (Pasar Sukasari), juara pertama sektor pasar modern (Lippo Plaza Ekalokasari), juara pertama sektor restoran (RM Bumi Aki dan Cafe Rumah 30) serta juara kedua pada sektor tempat wisata Kebun Raya Bogor (KRB).

Tidak hanya piagam, atas prestasi itu juga Pemkot Bogor akan mendapatkan suntikan anggaran sebesar Rp 11 miliar dalam bentuk Dana Insentif Daerah (DID) dari Kemendagri.

“Inovasi yang dimenangkan setiap bidang ini adalah konsep yang dikembangkan dari protokol kesehatan di setiap bidang yang menjadi kebijakan dari Pemkot Bogor. Pemkot Bogor menerapkan protokol kesehatan bagi pasar modern, tradisional, resto dan wisata. Baru kemudian Pemkot menjelaskan secara garis besar kepada stakeholder. Mereka kemudian mengembangkan kreasi dan inovasinya masing-masing,”kata Bima Arya.

Dengan raihan tersebut, Bima Arya menyampaikan apresiasi untuk seluruh sektor yang telah berkreasi dan menjadi pemenang.

“Tantangan ke depan adalah memastikan bahwa implementasi di lapangan sesuai dengan konsep protokol kesehatan yang telah digariskan dan ini menjadi tonggak baru agar kita bisa membangun kultur baru memasuki era baru,” jelasnya.

“Pemkot Bogor mengapresiasi secara khusus kepada Perumda Pasar Pakuan Jaya yang telah melakukan kreasi untuk membangun sistem di Pasar Sukasari yang videonya menjadi pemenang. Pemkot Bogor juga mengapresiasi RM Bumi Aki dan Rumah 30 dengan kreasinya, Kebun Raya Bogor dan juga Lippo Plaza Ekalokasari,” tambahnya.

Hanafi, Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor menyatakan, dari tujuh kategori yang dilombakan Kemendagri, Kota Bogor mampu meraih kemenangan di empat kategori.

“Bagi kami, kemenangan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat. Bahwa dalam kondisi pandemi seperti ini standar protokol kesehatan harus benar-benar diterapkan dan diikuti dengan baik. Karena tidak mungkin pemerintah melakukan PSBB secara terus menerus, kegiatan masyarakat harus dijalankan,” jelas Hanafi.

Ia mencontohkan Pasar Sukasari yang berhasil menjadi juara pertama. Pasar tradisional di akui menjadi salah satu sektor yang disiapkan untuk menghadapi kultur dan era baru.

“Untuk itu, disiapkan protokol Covid yang produktif dan aman. Adapun inovasi yang dilakukan di Pasar Sukasari adalah menyiapkan perlengkapan standar protokol covid-19 (pemeriksaan suhu, masker dan tempat cuci tangan), menyiapkan alat hitung pengunjung, membuat rambu antri untuk pembeli, pembatas plastik antara pedagang dan pembeli, kewajiban menggunakan masker dan face shield bagi pedagang, pembayaran dapat menggunakan QRIS melalui Bank BJB untuk meminimalisir kontak langsung (non tunai),” jelasnya.

Dalam setiap kategori yang dilombakan, pemerintah daerah berhak atas dana insentif daerah dari Kemendagri sebesar Rp 3 miliar untuk juara pertama, Rp 2 miliar untuk juara kedua dan Rp 1 miliar untuk juara ketiga.

“Dari ajang ini, Pemkot Bogor mendapatkan insentif sebesar Rp 11 miliar. Insentif ini nanti akan digunakan sesuai program kerja kami. Apakah nanti terkait Covid-19 atau seperti apa. Yang jelas pemerintah pusat mengeluarkan dana untuk juara ditujukan agar memberikan rangsangan kepada daerah untuk melakukan inovasi,” katanya.

Dana Rp11 miliar tersebut untuk tahun ini masuk ke kas daerah. Setelah itu, kami  merencanakan untuk kegiatan apa yang tentunya skala prioritas, yang jelas secara prosedur akan dimasukkan dalam perubahan anggaran.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, berbagai ahli kesehatan baik nasional maupun internasional menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 ini tidak berakhir dengan segera.

Oleh karena itu, dunia beradaptasi dengan pandemi ini dengan melakukan inovasi baru dengan tatanan baru atau new normal life, karena tidak mungkin melakukan pembatasan terus-menerus secara ketat apalagi lockdown, demikian pula dengan Indonesia.

Upaya adaptasi ini disampaikan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, dengan istilah tatanan kehidupan baru yang produktif, aman Covid-19.

“Sebagai sesuatu yang baru, tatanan ini memerlukan pengenalan atau pra kondisi agar seluruh masyarakat siap dan mampu beradaptasi. Prakondisi ini dilakukan dengan protokol kesehatan dalam berbagai sektor kesehatan dengan simulasi-simulasi,” kata Tito.

Upaya pra kondisi tersebut diinisiasi terutama oleh pemerintah pusat melalui kementerian/lembaga, juga oleh pemda di semua tingkatan. Tujuannya, agar terjadi gerakan Nasional kebersamaan menuju tatanan baru tersebut.

“Peran Pemda menjadi sangat penting, karena 548 Pemda tingkat I provinsi, dan tingkat II kabupaten/kota bersentuhan langsung dengan masyarakat masing-masing. Oleh karena itu, Kemendagri bersama dengan Kemenkeu, Kemenkes, Gugus Tugas Covid-19, KemenPAN-RB, Kemenparekraf, Kemendag, dan BNPP berinisiatif membuat lomba antar daerah untuk membuat protokol kesehatan Covid-19 dengan simulasinya di 7 sektor kehidupan yaitu pasar tradisional, pasar modern, hotel, restoran, tempat wisata, transportasi umum, tempat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP),” tuturnya.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga mengapresiasi penyelenggaraan Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru, Produktif dan Aman Covid-19. Hal itu disampaikannya secara virtual dalam acara penganugerahan bagi para pemenang.

“Saya sangat menghargai inisiatif Kemendagri untuk memperkuat kesiapan daerah memasuki tatanan normal baru, sudah tentu diperlukan inovasi yang menjadi kunci keberhasilan suatu daerah memasuki era produktif dan aman Covid-19,” kata Wapres.

Menurutnya, inovasi dalam memasuki tatanan kenormalan baru sangat penting dilakukan mengingat perubahan akibat pandemi Covid-19 hampir menyentuh semua sektor kehidupan.

“Tatanan kehidupan kita di segala bidang kegiatan akan berubah drastis, seluruh bidang kegiatan ekonomi akan dilaksanakan dengan cara yang sama sekali berbeda dari sebelumnya. Nah, untuk itu dibutuhkan inovasi dan kreativitas agar kegiatan ekonomi produktif tetap jalan, tetapi aman Covid-19.” ujarnya. (ymd)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *