JAKARTA – Pembangunan Jalur Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai kini sudah hampir selesai. Operasional jalur sepanjang 6,4 kilometer yang memiliki lima stasiun tersebut rencananya akan diresmikan pada Agustus 2026.
Hal itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai meresmikan proyek revitalisasi kawasan Kuningan atau Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (21/6). “Proyek LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan antara Velodrome Rawamangun dan Manggarai sudah hampir. Saat ini tinggal finishing. InsyaAllah akan diresmikan pada bulan Agustus. Rencananya saya yang akan meresmikannya,” kata Pramono.
Jalur LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai merupakan proyek lanjutan pengembangan LRT Jakarta. Saat ini LRT Jakarta yang sudah beroperasi sejak 2019 cuma sepanjang 5,8 kilometer antara Kelapa Gading dan Velodrome Rawamangun. Sedangkan proyek 1B memiliki panjang 6,4 kilometer. Jika yang kedua sudah beroperasi maka jalur lintasan mencapai hampir 12,2 kilometer yang menghubungkan antara Kelapa Gading di Jakarta Utara, Rawamangun di Jakarta Timur, dan Manggarai di Jakarta Selatan.
“Lintasannya semakin panjang dan layanannya makin luas. Kami optimistis nanti setelah keduanya beroperasi, maka jumlah penumpang akan jauh meningkat,” kata Pramono. Saat ini salah satu tahap yang telah dilakukan adalah pengujian jalur sepanjang 3,6 kilometer yang menghubungkan Stasiun Velodrome dan Stasiun Pramuka.
Pramono mengatakan jalur LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Velodrome hingga Manggarai tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp12,5 triliun itu memiliki lima stasiun yakni Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai. Jika digabung dengan Fase 1A, maka jumlah stasiun menjadi 11 titik.
“Pemprov Jakarta sudah memutuskan untuk LRT dari Velodrome sampai dengan Manggarai yang mudah-mudahan akan diresmikan pada bulan Agustus. Setelah itu, nanti akan kami sambungkan lagi sampai dengan Dukuh Atas di Jakarta Pusat,” tandas Pramono.
Jadi, nantinya di Dukuh Atas akan ada MRT, LRT baik yang oleh pemerintah DKI Jakarta maupun oleh pemerintah pusat, kemudian Kereta Bandara, kemudian TransJakarta, KCI (KRL). Jadi ada enam moda transportasi,” pungkasnya. (jo)







Komentar