oleh

Panen Serentak di Urban Farming Jakbar Hasilkan 772 Kg Sayuran dan Ikan

JAKARTA – Pemkot Jakarta Barat (Jakbar) bersama Tim Penggerak (TP) PKK melaksanakan panen serentak di urban farming GSG 07, RW 07 Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Senin (30/3).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, beserta para pejabat di lingkungan Pemkot Jakbar, Ketua TP PKK Kota Jakarta Barat, Ety Sartika Yuli Hartono, beserta pengurus, Kepala Sudis KPKP Jakarta Barat, Bety Rohmawati, Camat Kembangan, Joko Suparno, Lurah Kembangan Utara, Pepen, Kelompok Tani GSG RW 07, Kelompok Wanita Tani (KWT) GSG 07 beserta pengurus RW 07 Kelurahan Kembangan Utara.

Ketua TP PKK Kota Jakarta Barat, Ety Sartika Yuli Hartono mengatakan bahwa kegiaan panen raya kota Jakarta Barat dipusatkan di GSG 07, RW 07 Kelurahan Kembangan Utara. Lokasi ini menjadi area urban farming yang dikelola Gabungan Seluruh Gang (GSG) dengan mengusung konsep mini agro eduwisata.

Selain pemanfaatan lahan, GSG 07 juga menjadi wadah pemberdayaan masyarakat melalui keterlibatan kelompok tani (Poktan) PKK dan kelompok wanita tani (KWT) GSG 07.

Ia menyebutkan, kegiatan panen raya tak hanya memetik hasil panen, tapi juga pengembangan kebun pangan lokal serta kolam ikan sebagai bagian dari upaya peningkatan ketahanan pangan masyarakat.

Panen raya serentak di wilayah Jakarta Barat, selain dipusatkan di GSG 07 Kembangan Utara, juga dilakukan di 60 lokasi yang tersebar di delapan kecamatan.

“Diperkirakan hasil panen sebanyak 772 kg, dari 60 lokasi panen dengan rincian sebagai berikut, 6 Kg cabai merah, 5 Kg buah Jambu Jamaika, 3 Kg Jamur, 30 Kg Labu Madu, 5 kg Golden Melon, 15 Kg Timun Suri, 5 Kg Singkong, 10 Kg Sukun, 3 Kg Anggur, 10 Kg Pisang, 567 Kg sayuran terdiri dari pakcoy, bayam, kangkong, terong,tomat dan sawi, 100 Kg Ikan Lele, 10 Kg Ikan Nila dan 3 kg tanaman obat keluarha (Toga),” katanya.

Ketua TP PKK Jakbar, Ety Sartika Yuli Hartono berharap hasil panen dari gerakan Kebun Pangan Lokal Perempuan dapat mendukung penguatan ekonomi sirkular serta program prioritas nasional.

“Selain itu, hasil panen ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk SPPG maupun dipasarkan melalui Koperasi Merah Putih,” ungkapnya..

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan, hasil panen raya bisa digunakan atau diolah untuk Pemberian Makanan Tambahan (MPMT) bagi ibu hamil, ibu menyusui dan penanganan stunting. Hasil panen juga bisa diolah menjadi kudapan sehat dan bergizi pada kegiatan Posyandu.

“Artinya, terdapat hubungan komunikasi yang baik dalam pemanfaatan tanaman pekarangan maupun hasil urban farming sebagai pendukung PMT,” tuturnya.

Lebih lanjut Iin Mutmainnah menyampaikan, ke depan, pihaknya akan lebih meningkatkan hasil panen, terutama labu madu yang menjadi ikon Kota Jakarta Barat serta golden melon di delapan wilayah kecamatan di Jakarta Barat.

“Jika dilakukan secara bertahap dan konsisten, tentunya akan menghasilkan hasil panen yang luar biasa. Selain sasarannya ibu hamil, ibu menyusui, dan anak stunting, kita juga mendorong peningkatkan gizi anak didik sekolah serta benefit dari hasil panen ini bisa dititipkan di Koperasi Merah Putih sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok tani,” pungkasnya.

Panen digelar serentak di lima wilayah kota dan kabupaten di DKI Jakarta, yang dilakukan secara hybrid dan dipimpin Ketua TP PKK DKI Jakarta, Endang Nugrahani Pramono dan Wakil Ketua TP PKK Dewi Rano Karno di Green House Pulo Gebang, Jakarta Timur. Kegiatan  mengambil tema, “Panen raya wujudkan pangan Jakarta”.(ta)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *