POSKOTA.CO – Untuk terbebas dari stunting atau gizi buruk terhadap anak-anak generasi penerus bangsa di wilayah Jakarta Pusat. Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat (Jakpus) menggelar kegiatan Pemetaan dan Analisis Situasi Program Penurunan Stunting.
Kegiatan yang diinisiasi Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Jakarta Pusat dengan cara Aksi Satu Pemetaan dan Analisis Situasi Program Penurunan Stunting berlangsung satu hari di Gedung Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (26/7/2022).
Pada kesempatan ini, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Jakarta Pusat mengungkapkan, kegiatan pemetaan dan analisis dilakukan dengan melihat hasil kinerja tahun sebelumnya serta perkembangan di lapangan. “Setelah dilihat, kemudian diseragamkan data yang disepakati bersama, selanjutnya dilakukan identifikasi pemetaan, lalu berikutnya baru diintervensi dengan program kegiatan perencanaan,” ungkap Wali Kota Jakpus Dhany Sukma.
Lanjut mantan Kadis Dukcapil ini menerangkan, setelah kegiatan perencanaan tersusun diharapkan kegiatan ini tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), tapi menggandeng dan melibatkan sektor swasta. “Kita akan gandeng untuk melibatkan CSR (Corporate Social Responsibility), stakeholder, kolaborator dan APBD bisa menurunkan angka stunting yang menjadi tujuan utama,” paparnya.
Sebab, tambah Dhany, penurunan stunting bukan hanya urusan sektor kesehatan saja melainkan juga tanggung jawab berbagai sektor lain. “Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) atau sektor-sektor lainnya harus mendukung. Jika kegiatan ini berjalan dengan baik. Tentunya dapat menghasilkan manusia yang lebih sehat dan anak-anak generasi penerus bangsa bisa terbebas dari stunting,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan (Kasudinkes) Jakarta Pusat Rismasari menambahkan, peran lintas sektor dan CSR sangat dibutuhkan untuk menurunkan angka stunting. Karena, tidak semua bisa dibiayai oleh pemerintah, sehingga lintas sektor dan CSR sangat dibutuhkan dalam upaya menurunkan angka stunting ini dapat berhasil.
“Pemerintah tidak bisa kerja sendiri untuk menurunkan stunting tapi harus melibatkan pihak swasta dan masyarakat. Karena dengan semakin banyak perusahaan melalui program CSR yang terlibat dalam penurunan stunting ini. Mari kita bersama-sama bersinergi untuk menurunkan angka stunting di Indonesia. Berdasarkan beberapa indikator saat ini yang menjadi lokasi stunting ada di 13 lokasi di Jakarta Pusat,” tandasnya.
Hadir dalam acara ini di antaranya, Asisten Kesra, para kasudin, kabag, tim ahli Kementerian Dalam Negeri, Palyja, BPJS Kesehatan Jakarta Pusat yang diwakili, para camat dan lurah. (*/van)







Komentar