DEPOK – Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang overload atau melebihi batas penapungan sejak beberapa bulan lalu, menjadi salah satu persoalan tersendiri sehingga Pemkot Depok terus berupaya mencari alternatif dengan untuk menampung sampah buangan warga Depok.
“Alhamdulillah…, Kota Depok mendapatkan jatah membuang sampah warga Depok di Tempat Pengolahan dan Pemprosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut-Nambo, Kabuapten Bogor, Jawa Barat, sekitar 30 ton setiap hari,” kata Wali Kota Depok Mohammad Idris, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Abdul Rahman, dan Kabid DLHK Ardan, Minggu (20/10/2024), dalam keterangannyanyang didapat media ini.

“Kondisi TPA Cipayung yang sudah overload memang harus dicarikan alternatif lain khususnya TPA Nambo, Kabupaten Bogor,” imbuh Idris seraya menambahkan, pihaknya terus berupaya menangani gunungan sampah di TPA Cipayung menggunakan beberapa alat berat setiap hari.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Abdul Rahman, menambahkan, kondisi TPA Cipayung sudah melebihi kapasitas (over capacity) hingga mencapai tinggi sekitar 30 meter. “Mengantisipasi longsor tumpukan sampah itu, antara lain pelebaran area landfill di sisi utara dan sisi barat dengan menggunakan alat berat seperti loader, excavator dan dozer,” ujarnya.
Untuk alat berat berupa excavator di TPA Cipayung hanya lima unit, imbuh Abdul Rahman, seharusnya jumlah alat berat terdebut sekitar 12 unit, dozer hanya tiga unit seharusnya lima unit untuk loader melihat kebutuhan di lapangan masih cukup. (*/anton)







Komentar