POSKOTA.CO – Mantan Ketua Partai Golkar Kecamatan Cipayung Amsori dengan tegas mendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono dalam Pilkada Kota Depok pada 9 Desember 2020 mendatang, bukan mendukung paslon Pradi-Afifah karena kurang adanya komunikasi sejak awal.
“Saya memilih paslon Idris-Imam nomor urut 2 karena melihat progres dan kinerja Mohammad Idris sebagai wali kota Depok empat tahun belakangan sangat realistis serta sesuai janji yang disampaikan saat kampanye Pilkada 2015 lalu,” kata Amsori AR, mantan Ketua Partai Golkar Kecamatan Cipayung, Selasa (13/10/2020).
Tekad memilih paslon nomor urut 2 Idris-Imam karena hasil kerja sudah nyata seperti pembangunan taman di setiap kelurahan, pembangunan alun-alun dan insentif kepada pembimbing rohani. Walaupun dirinya masih tercatat sebagai kader Golkar dan memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Golkar.
Menurut Amsori, saya masih tercatat sebagai anggota dan kader Golkar namun diakuinya selama ini tidak ada komunikasi yang baik, baik pengurus PK Kecamatan dan DPD untuk bagaimana kader-kader partai itu diakomodir.
“Di pilkada serentak yang akan digelar 9 Desember 2020 sama sekali tidak ada sama sekali (komunikasi-red) bahkan cenderung membuat faksi-faksi sendiri,” ujarnya.
Amsori yang juga mantan ketua Karang Taruna Kota Depok itu juga menilai, selain calon wali kota Mohammad Idris, kehadiran pendamping calon Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono sangat mengedepankan pembinaan-pembinaan khususnya kepada pemuda atau generasi muda.
“Apalagi Bang Imam Budi Hartono juga pernah sebagai pengurus Karang Taruna Jawa Barat. Imam juga dinilai memiliki kontribusi terhadap pemuda di Kota Depok,” tuturnya.
Dirinya menilai paslon nomor urut 2 Idris-Imam sangat tepat melanjutkan pembangunan yang telah dilakukan sebelumnya untuk periode 2021-2026 sebagai wali dan wakil wali kota Depok mendatang. (anton)







Komentar