oleh

PP PBSI Akan Gelar Munas di JHL Hotel Tangerang pada 5-6 November 2020

-Olahraga-38 views

POSKOTA.CO – Kepengurusan Ketua Umum Jend. TNI (Purn) Wiranto masa bakti 2016-2020 akan habis, PP PBSI (Pengurus Pusat Persatuan Bulurangkis Seluruh Indonesia) berencana menggelar Musyawarah Nasional (Munas) memilih Ketua Umum baru untuk periode  2020-2024 yang akan dilangdungkan 5-6 November mendatang, di Hotel JHL Hotel, Serpong, Tangerang .

Penegasan itu disampaikan Sekjen PP PBSI Achmad Budiarto mendampingi Ketua Tim Penjaringan Munas PBSI 2020-2024 Edi Sukarno bersama Seketaris Topan Indra Karsa, Selasa (13/10/2020), di Hotel Santika TMII, Jakarta.

“PP PBSI telah melakukan sejumlah persiapan awal menuju Munas dengan membentuk kepanitiaan dan tim Penjaringan. Kami juga telah menyiapkan draft penyempurnaan AD/ART yang akan dibahas di Munas,” kata Achmad Budiharto, Sekretaris Jenderal PP PBSI. “Munas kali ini dilansungkan di Tangerang karena DKI Jakarta masih dalam situasi tidak menentu karena masih diberlakukannya PSBB akibat pandemi Covid-19,” lanjutnya.

Sementara itu Ketua Tim Penjaring Edi Sukarno menuturkan,  seperti tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)  PBSI, Munas merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di tubuh PBSI yang salah satu agenda adalah memilih Ketua Umum PP PBSI.

Kali ini Pengurus Provinsi PBSI Banten  menjadi tuan rumah penyelenggaraan Munas PBSI 2020-2024. Ada pun tempat akan dilangsungkan  di Hotel JHL Hotel, Serpong, Tangerang, dan berlangsung  selama dua hari, pada tanggal 5-6 November 2020.

Dijelaskan Edi, hingga saat ini PBSI telah melakukan persiapan tahap awal seperti menyusun kepanitiaan, baik kepanitiaan steering comittee, organizing comittee maupun Tim Penjaringan. Tim Penjaringan merupakan tim khusus yang diberi tugas untuk proses seleksi bakal calon ketua umum.

Tak hanya memilih calon ketua umum, Munas PBSI juga berisi agenda penyempurnaan AD/ART. Draft dan konsep-konsep penyempurnaan AD/ART sudah rampung disusun oleh tim pokja penyempurnaan AD/ART dan telah siap untuk dibawa ke forum di Munas.

Perubahan AD/ART dilakukan untuk menyempurnakan konsitusi tertinggi di PBSI ini. Misalnya aturan-aturan yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman, dapat diperbaharui atau ditambahkan.

Ditambahkan Edi,  timnya telah melakukan tahapan-tahapan proses penjaringan diantaranya sosialisasi kepada pengurus provinsi (pengprov) sebagai pemilik suara dalam pemilihan ketua umum.

“Kami telah mengirim surat edaran ke seluruh pengprov untuk memberitahunn bahwa mereka punya hak suara. Bagian sosialiasi selanjutnya adalah kepada masyarakat melalui media. Masyarakat yang berminat silahkan mencalonkan diri, tetapi berminat saja tidak cukup, harus ada dukungan dari pengprov,” jelas Edi.

Setelah sosialisasi, tahap selanjutnya bakal calon ketua umum dapat mengambil formulir pendaftaran. Usai pengembalian formulir dan berbagai persyaratan yang telah ditetapkan, tim Penjaringan akan melakukan proses verifikasi persyaratan hingga akhirnya bisa mengumumkan siapa calon ketua umum yang akan bersaing di Munas. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *