oleh

Kombes Sambodo: Disiplin Lalu Lintas Harus Diajarkan pada Anak Sejak Usia Dini

POSKOTA.CO–Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro terus melakukan berbagai terobosan terkait tata tertib berkendaraan bermotor di jalan raya. Disiplin berlalu lintas sangat penting dan harus diperkenalkan dan diajarkan sejak dini.

Jarenanya, Ditlantas bersama jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres wilayah hukum Polda Metro Jaya menyasar sekitar 40 sekolah mulai tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

Tujuannya untuk menyampaikan kurikulum pendidikan berlalu lintas sejak usia dini.
“Kita harus paham pendidikan sejak usia dini, itu akan lebih membentuk karakter seseorang,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Sabtu (25/9/2021).

Menurut Sambodo, kegiatan pendidikan berlalu lintas road to school ini sempat berhenti karena kondisi pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia khususnya Jakarta dan sekitarnya.

Padahal Ditlantas Polda Metro Jaya telah menyusun modul kurikulum tertib berlalu lintas di jalan raya sejak tahun lalu. Pendidikan berlalu lintas sejak usia dini kata Kombes Sambodo secara otomatis dapat membentuk karakter seseorang seperti halnya di negara-negara maju.

Mereka telah menerapkan pentingnya disiplin lalu lintas terhadap murid sejak sekolah dasar. “Kita siap untuk modulnya dengan segala macam, misalkan anak SD bagaimana cara menyeberang jalan dengan baik,” ujarnya.

Dijelaskan Dirlantas Kombes Sambodo, Polda Metro Jaya dan jajaran polres menyampaikan pendidikan kurikulum berlalu lintas untuk anak usia dini secara daring selama 30 menit pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Selain itu, peranan sekolah dan orang tua turut membantu agar para anak atau pelajar dapat memahami pentingnya wawasan pendidikan berlalu lintas sejak usia dini.

Sambodo mengingatkan orang tua harus melarang atau tidak memfasilitasi anak di bawah usia mengemudikan kendaraan bermotor untuk menghindari kecelakaan fatal. “Ini harus dipahami para orang tua, jika itu dibiarkan selain membahayakan anak itu sendiri, juga orang lain,” imbuhnya.(Omi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *