oleh

Kenapa Pengunjung Restoran Tak Boleh Makan di Tempat, Ini Jawabannya

-Megapolitan-150 views

POSKOTA.CO – Kenapa pemerintah melarang pengunjung restoran tidak boleh makan di tempat. Berikut penjelasan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti, utamanya mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Pada umumnya, makan di tempat dapat menyebabkan pengunjung tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan. Contohnya, mejanya satu, berhadapan muka, buka masker, satu keluarga makan bersama,” kata Widyastuti di video YouTube Pemprov DKI, Selasa (29/9/2020). Meskipun restonya sudah menyiapkan setting kursi dengan berjarak.

Apalagi, tambah Widyastuti, saat ini 50 persen pasien berstatus tanpa gejala. “Pada saat tanpa gejala makan bersama, buka masker, duduk bersama, makan, biasanya orang makan ngobrol. Makan sambil cerita, pasti buka masker, di situlah risikonya terjadi penularan,” papar dia.

ilustrasi

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan DKI Jakarta Fify Mulyani menyebut sebagian besar pasien Covid-19 di Jakarta berstatus asimtomatis atau tanpa gejala yakni sekitar 45 persen. Lalu sisanya yakni pasien dengan gejala ringan dan berat.

“Kemudian 55 persen itu artinya sekitar 40 persen itu (pasien Covid-19 dengan) gejala sedang, 15 persen itu (pasien Covid-19 dengan) gejala berat dan kritis,” ucapnya dalam YouTube BNPB, Senin (28/9/2020).

Selain itu, dia juga mengatakan terdapat dua hotel di Ibu Kota yang dapat digunakan sebagai lokasi isolasi mandiri pasien Covid-19 yang berstatus tanpa gejala.

Kata dia, kedua hotel tersebut berlokasi di Jakarta Barat dan Jakarta Utara dan sudah mulai menerima pasien pada Minggu (27/9/2020). “Saat ini sudah dibuka dua hotel yaitu Ibis Style Mangga Dua dan U Stay Mangga Besar. Memang biayanya ditanggung pemerintah pusat,” ujarnya.(oko)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *