oleh

Kembali Menjamur, Dekot Jakpus Minta Pedagang Gunakan Trotoar Ditertibkan

POSKOTA.CO – Waduh, lapak pedagang obat kuat kembali bertengger dan bertambah banyak di dua kawasan jalan protokol.

Meskipun, ada pandemi Covid-19, para pedagang obat kuat ini dengan seenaknya menggelar lapak dagangannya berupa gerobak yang naik di trotoar yang mengganggu kenyamanan sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (Tibum).

“Waduh, ini lapak gerobak pedagang obat kuat kenapa jadi tambah banyak saja dan seenaknya berdagang di atas trotoar. Padahal trotoar itu diperuntukan bagi pejalan kaki,” keluh Ujang (45) salah satu pejalan kaki, Rabu (30/9/2020).

Ia menambahkan, para pedagang obat kuat tersebut sama saja merampas hak pejalan kaki.

“Jangan sampai dibiarkan para pedagang liar ini menguasai trotoar. Selain itu, pedagang obat kuat juga berdagang di bahu Jalan Samanhudi Raya, Pasar Baru. Saya harap pemerintah setempat tidak diam saja,” tandasnya.

Ketua Dewan Kota (Dekot) Jakarta Pusat Dede Sulaeman berharap, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tidak diam, karena trotoar diperuntukkan bagi pejalan kaki bukan untuk lapak pedagang.

“Jangan sampai dibiarkan, seharusnya dihalau agar tidak berdagang di trotoar karena fungsi trotoar untuk pejalan kaki,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Provinsi DKI Jakarta, Arifin ketika ditanya soal keberadaan gerobak pedagang obat kuat di dua kawasan, Jalan Mangga Besar Raya, Karang Anyar dan Jalan Samanhudi, Pasar Baru tersebut berjanji akan mengingatkan Kasatpol PP Kecamatan Sawah Besar.

“Akan saya ingatkan Kasatpol Kecamatan Sawah Besar,” ujarnya melalui pesan singkat WhatsApp (WA). (van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *