TANGERANG – Jemaat Gereja JKI – GKPR menyelenggarakan perayaan Natal dengan khidmat di Jl. Osaka Boulevard, Ruko Osaka Blok OTF B03, Pantai Indah Kapuk (PIK 2), Tangerang, Rabu (24/12).
Menurut Ketua Panitia Natal, Yanuar Telaumbanua, tema yang diangkat ialah “Sukacita Bagi Dunia yang Gelap,” sebuah perenungan iman yang berakar pada Kebenaran Injil dan pengharapan akan karya Penebusan Kristus bagi Dunia.
Perayaan Natal diawali dengan Drama Natal, kesaksian-kesaksian dan penampilan puji-pujian dari paduan suara (koor) pemuda JKI – GKPR.
Yanuar Telaumbanua mengemukakan, dalam perspektif iman Kristen yang berlandaskan firman Tuhan, Natal bukan sekadar perayaan sukacita lahiriah, melainkan peristiwa penyataan anugerah Allah yang berdaulat.
“Dunia digambarkan Alkitab sebagai dunia yang jatuh dalam dosa dan kegelapan, namun Allah, di dalam kasih-Nya, berinisiatif datang menjumpai manusia melalui kelahiran Yesus Kristus. Ia hadir bukan karena kelayakan manusia, melainkan semata-mata oleh anugerah-Nya,” ungkap Yanuar.
Melalui Ibadah Malam Natal 2025 ini, Gereja JKI-GKPR mengundang seluruh jemaat dan masyarakat untuk datang, beribadah, dan mengalami kembali kebenaran bahwa di dalam Kristus, terang telah datang, dan sukacita sejati dinyatakan bagi dunia yang gelap.
Sementara Hengky Jita, Pembina JKI-GKPR menjelaskan, bahwa Firman Tuhan menyatakan, “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, kepada mereka terang telah bersinar” (Yesaya 9:1).
Ayat ini menegaskan bahwa Kristus adalah terang sejati yang menembus kegelapan dosa, keputusasaan, dan keterpisahan manusia dari Allah. Sukacita Natal berakar pada kepastian bahwa keselamatan berasal dari Tuhan, bukan dari usaha manusia, dan diberikan kepada umat-Nya sebagai anugerah yang cuma-cuma.
Ibadah Malam Natal dilaksanakan dalam suasana yang khidmat, sederhana, dan penuh penghayatan. Rangkaian ibadah meliputi pujian dan penyembahan, pembacaan firman Tuhan, doa, serta perenungan Natal yang menuntun jemaat untuk kembali memusatkan hidup pada Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Melalui ibadah ini, jemaat diajak untuk merenungkan kembali panggilan hidup sebagai umat yang telah ditebus, untuk hidup dalam ketaatan, pengharapan yang teguh kepada Allah.
Gereja JKI-GKPR berharap Perayaan Natal ini menjadi sarana penggembalaan yang meneguhkan Iman Jemaat, khususnya di tengah berbagai pergumulan hidup. Sukacita yang lahir dari kelahiran Kristus bukanlah sukacita yang sementara, melainkan sukacita yang berakar pada janji Allah yang setia dan tidak pernah gagal, ungkap Hengky Jita. (aga/jo)







Komentar