oleh

Jalan Kalibaru Barat Dibiarin Semrawut, Berantakan, Banyak Lapak Parkir, Tokoh: ‘Copot Pejabatnya’

-Megapolitan-469 views

POSKOTA.CO – Eh busyet dah, kawasan, Jalan Kalibaru Barat, Kebon Kosong kian hari semakin nggak karuan. Lantaran menjamurnya lapak-lapak parkir dan pedagang liar non stop di kawasan ini.

Wajah estetika lingkungan di sepanjang jalan ini, semrawut, kumuh dan awut-awutan. Namun, kondisi ini dibiarkan hingga bertahun-tahun.

“Eh busyet dah, kawasan jalan ini kenapa jadi berantakan dan awut-awutan begini dibiarkan aparat kelurahan dan kecamatan setempat. Nggak pagi, siang, sore dan malam hari jalan ini semrawut dan kumuh,” cetus Tommy (49) warga Kecamatan Kemayoran, Kamis (24/12/2020).

Hal senada juga dilontarkan, Ricky (47) dia juga mengaku, miris Fasilitas Umum (Fasum) mulai dari pedestrian, jalur hijau, dan bahu jalan di kawasan ini bertahun-tahun berantakan tidak pernah disentuh seperti tidak ada Pemerintah di wilayah ini.

“Sepertinya memang aparat kelurahan dan kecamatan nggak punya nyali untuk menertibkan lapak parkir kendaraan pribadi maupun kendaraan modifikasi Motor Becak (Mobet) yang memarkir seenaknya udelnya di sepanjang jalan ini. Coba tuh lihat pedestrian jadi rusak dan berantakan begitu didiemin bae,” tandasnya.

Ketua RT 015/01, Philip menambahkan, lapak parkir dan pedagang yang bikin kumuh dan semrawut Jalan Kalibaru Barat Kebon Kosong ini sudah seringkali disampaikan ke kelurahan maupun kecamatan tapi tidak ada respon.

“Badan jalan jadi menyempit karena gerobak PKL di sisi pinggir kali dan disisi seberangnya juga banyak motor-motor juga parkir sembarangan. Sudah capek kami usulkan penertiban dan penataan di jalan tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Tokoh masyarakat, Budiman menegaskan, penegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor: 8 tahun 2007 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum dapat dilakukan di seluruh wilayah DKI Jakarta, seperti disepanjang Jalan Kalibaru Barat Kebon Kosong, Kemayoran karena lingkungan ini jadi semrawut, kumuh, akibat berubah fungsi menjadi lapak parkir dan pedagang.

Tokoh ini menambahkan, Seruan Gubermur Anies, WFO 50 persen, perkantoran buka hingga pukul 19.00 Wib malam, aturan tersebut tertuang dalam seruan Gubernur nomor: 17 tahun 2020 tentang Pengendalian Kegiatan Masyarakat dalam Pencegahan Covid-19 pada Masa Libur Hari Raya Natal 2020 dan tahun Baru 2021 tidak diterapkan dan dilakukan secara serius di wilayah.

Ia menilai, aparat yang melakukan pembiaran ini dicopot saja dari jabatannya karena kurang cerdas melihat kondisi wilayah berantakan dan awut-awutan. “Pak Gubermur Anies harus tahu karena masih banyak anak buahnya yang kerjannya membiarkan wilayah berantakan dan awut-awutan. Ganti dan copot saja karena masih banyak pejabat yang mau kerja,” tandasnya.

Sebelumnya, Asisten Pemerintahan Setko Adminitrasi Jakarta Pusat, Denny Ramdhany maupun Pelaksana Harian (Plh) Walikota Jakarta Pusat,/Irwandi ketika dimintai tanggapan tentang kondisi kawasan disepanjang Jalan Kalibaru Barat Kebon Kosong Kemayoran yang keberadaannya kumuh, berantakan dan awut-awutan tersebut juga diem dan tidak menanggapi. (van)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *