oleh

FPPJ Apresiasi LRT Jakarta Siap Hadirkan Jalur Baru antara Velodrome Rawamangun dan Stasiun Manggarai

JAKARTA –  Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ)  mengapresiasi LRT Jakarta yang telah merealisasi program pembangunan  LRT  Fase 1B  jurusan Velodrome Rawamangun- Stasiun Manggarai. Pembangunan moda transportasi berbasis rel ini akan berperan efektif mengurangi kemacetan dan penggunaan kendaraan pribadi.

Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) FPPJ Andri Rukmana. “FPPJ memberikan apresiasi kepada LRT Jakarta yang berhasil mengeksekusi tugas dari Pemprov DKI untuk menyambung jalur baru  LRT antara Rawamangun dan Manggarai,” kata Andri usai acara silaturahmi dengan manajemen PT LRT Jakarta di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Senin (20/5).

Proyek LRT Jakarta Fase 1B itu telah dimulai sejak Oktober  2023 dengan target pembangunan  selama 36 bulan. Diakuinya selama pembangunan tersebut berdampak pada kemacetan di sejumlah titik karena dampaknya memang tak bisa dihindari. “Di lokasi proyek juga terjadi penyempitan  jalan (bottle neck), sehingga para pengendara harus bersabar saat melintasi jalan sisi kanan dan kiri yang sedang dibangun tiang LRT Jakarta Fase 1B,” papar Andri.

Menurutnya, FPPJ mendukung penuh pembangunan LRT Jakarta fase 1B yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). “Pembangunan infrastruktur  angkutan massal itu akan menjadi solusi jangka panjang,” kata Andri.

FPPJ juga mengapresiasi  kinerja PT LRT Jakarta di bawah pimpinan Dirut Hendri Saputra yang  telah mengelola angkutan umum masyarakat dengan baik. Di mana ke depan akan menjadi  angkutan massal pilihan utama masyarakat Jakarta.

FPPJ telah mengamati secara langsung pelayanan yang diberikan para petugas LRT Jakarta di fase 1A  Kelapa Gading – Veledrome Rawamangun. “Kita amati pelayanan  LRT Jakarta kepada masyarakat terus membaik. Nah ke depan kita harapkan konektivitas  Fase 1A dan 1B akan menjadi pilihan masyarakat,” tutur Andri. Proyek pembangunan LRT Fase 1B menelan biaya lebih kurang Rp 5,5 triliun didanai oleh APBD DKI Jakarta tahun anggaran 2024 dan 2025. (jo)

Teks foto: Wasekjen FPPJ Andri Rukmana. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *