oleh

Forkopimda Kota Bogor Gelar Simulasi PPKM Mikro

POSKOTA.CO – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor menggelar Simulasi PPKM Mikro yang dihadiri lurah dan camat se-Kota Bogor di halaman Bakorwil, Jalan Ir H Juanda, Kota Bogor, Jumat (5/3/2021).

Pada Simulasi PPKM Mikro tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, memberikan arahan dan contoh aplikasi penerapan PPKM Mikro di tingkat RT/RW dengan cara memberikan name tag bidang per bidang.

“Hari ini kami melaksanakan simulasi agar ada satu sinkronisasi, sehingga Inmendagri Nomor 3/2012 dan Perwali Nomor 7/2021 itu bisa aplikatif,” ujar Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

Kapolresta mengatakan, pihaknya menyiapkan skenario terbuka, yang mana tentunya membutuhkan pemahaman dan langkah-langkah yang sama. TNI dan Polri akan mendukung penuh kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan dalam rangka mencegah penularan virus Corona di tingkat RT/RW.

“Tingkat RT/RW ini penting, karena klaster lingkungan sangat tinggi dan sangat mudah untuk saling menularkan,” katanya.

Ia menuturkan, setelah simulasi ini segera akan diaplikasikan dengan tetap memantau data-data. Mengingat semua kebijakan dan semua yang dilakukan berdasarkan data. “Kami all out 776 polisi RW mendampingi ketua RW dalam kondisi terburuk,” katanya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, ganjil genap bukan distop, tapi tidak diberlakukan dua pekan ke depan karena angkanya (kasus Covid-19) membaik. Meski begitu bukan berarti Pemkot Bogor kendor, justru akan lebih memperkuat di wilayah.

“Tadi melakukan simulasi agar sistem ini berjalan semua. Kuncinya penguatan di wilayah, semua tindakan sesuai dengan status di wilayah masing-masing. Saat ini Bogor zona oranye, kita berusaha keras agar turun menjadi kuning,” terangnya.

Ia menuturkan, terkait varian baru Covid-19 yakni Covid-19 B117 belum ada gejala yang spesifik, treatment serta protokol kesehatannya masih sama, hanya saja ia menginstruksikan untuk memonitor jika ada yang berbeda agar segera dilaporkan supaya bisa mengantisipasi.

“Untuk rencana insentif lurah sesuai dengan yang sering saya sampaikan, orang-orang petarung di lapangan ini risikonya besar karena itu tunjangannya juga harus ditambah, yang lain-lain di belakang meja yang risikonya tidak besar harus ikhlas untuk menyesuaikan. Ini perlu landasan hukum, sedang diproses mudah-mudahan akhir Maret ini bisa direalisasikan,” katanya. (yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *