oleh

Pemkot Bogor Bangun Jalan R3 Hubungkan Berbagai Kawasan untuk Kurangi Kemacetan

BOGOR – Visi pembangunan Bogor Beres, Bogor Maju melalui misi Bogor Lancar terus direalisasikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui berbagai pembangunan infrastruktur. Salah satunya penyelesaian Jalan Regional Ring Road (R3) yang menghubungkan wilayah Bogor Barat, Bogor Utara, dan Tanah Sareal dengan Bogor Timur serta Bogor Selatan.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, Jalan R3 nantinya tidak hanya berfungsi sebagai jalur kendaraan, tetapi juga dilengkapi pedestrian sebagai bagian dari pengembangan kawasan.

“Karena kan ini bagian dari pengembangan wilayah Timur Bogor. Jadi nanti treatment-nya harus sama. Nggak bisa di Bogor Barat pakai pedestrian, di sini tidak. Ya harus satu paket pembangunan harus merata secara bertahap,” ujar Dedie Rabu (26/8/2016).

Saat ini, pembangunan R3 tengah berlangsung pada segmen Katulampa Buleud hingga Katulampa Bendungan. Setelah segmen tersebut rampung, pembangunan akan dilanjutkan dengan jembatan dan jalan sepanjang sekitar 1,7 kilometer.

“Lanjutannya Sindangrasa sampai dengan Sindangsari, Wangun ya. Kalau tidak kita cicil, ini pasti persoalannya akan tambah lama. Dan bagaimana mengurai kemacetan di tengah Kota Bogor jika ini terhambat,” katanya. Menurut Dedie, keberadaan R3 menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di pusat Kota Bogor.

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Juniarti Estiningsih mengatakan, keseluruhan tahapan penyelesaian trase R3 ditargetkan rampung pada akhir 2028 dan dapat digunakan masyarakat pada 2029.
“Tahapan segmen sampai tepi sungai Katulampa Bendungan ini kan sedang dikerjakan. Tahap berikutnya, 2027 kita lakukan pembebasan, 2028 konstruksi, 2029 Insyaallah bisa dipakai,” ujarnya.

Dengan tersambungnya seluruh trase R3 hingga Wangun, masyarakat di sekitar jalur tersebut diharapkan memperoleh manfaat dari terbukanya akses dan meningkatnya konektivitas.

Dedie menyebut pembangunan R3 juga berpotensi meningkatkan nilai kawasan, membuka peluang hunian dan kegiatan ekonomi baru, serta mendukung penyediaan transportasi massal seperti Biskita.

“Warga sekitar akan punya hunian tepi jalan. Tentunya nilainya nanti kalau sudah ada jalan akan naik. Fasilitas masyarakat nanti bisa ada transportasi massal seperti Biskita dan lain sebagainya,” ujarnya. (yd/jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *