oleh

Dikeluhkan Pejalan Kaki, Gerobak Sampah Butut Tiap Hari ‘Tidur’ di Trotoar

POSKOTA.CO – Di masa pandemi Covid-19, sejumlah pedestrian atau trotoar untuk pejalan kaki di wilayah Jakarta Pusat berubah fungsi menjadi tempat tidur gerobak sampah, di antaranya pedestrian Jalan Bungur Besar Raya tepatnya di perlintasan pintu rel kereta api.

“Aduh, kenapa trotoar di sini jadi tempat tidur gerobak sampah. Aroma bau sampah dari gerobak itu juga sangat menyengat, tapi kenapa malah dibiarin aparat sipil negara (ASN) kelurahan setempat,” keluh Budi (52) warga Kecamatan Kemayoran, Jumat (19/3/2021).

Pantauan di lapangan, tidak hanya gerobak sampah yang tidur setiap hari di pedestrian Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran. Pedestrian di kawasan protokol Jalan Dr Soetomo, Pasar Baru, Sawah Besar, juga mengalami hal yang sama bedanya trotoar di area ini ditiduri manusia gerobak atau pemulung.

“Setiap malam kalau lewat di trotoar ini nggak bisa lewat, karena banyak pemulung tidur di trotoar. Pada ke mana itu Petugas P3S Sudin Sosial (Sudinsos) Jakarta Pusat,” cetus Ricky (46) warga Kecamatan Sawah Besar.

Ia pun menyesalkan, pedestrian yang dibangun menggelontorkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) ini menjadi kumuh dan kotor.

“Mudah-mudahan Wali Kota Jakarta Pusat yang baru merespons terhadap keluhan pejalan kaki,” tandasnya.

Sementara itu, petugas pengawas kebersihan Sudin Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Pusat menambahkan, gerobak sampah yang diletakkan di trotoar persisnya di perlintasan rel kereta api itu adalah gerobaknya tukang sampah lingkungan.

“Seharusnya gerobak-gerobak itu masuk ke lingkungan RT/RW supaya menghindari kotor dan kumuh,” pungkasnya. (van)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *