oleh

Maggot Tangkal Sampah Basah, Wali Kota: ‘Budidaya Ini Kelurahan dan RW Minimal Ada Satu’

POSKOTA.CO – Ini Jurus kurangi volume sampah. Untuk menyiasatinya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta akan memelihara Black Soldier Fly (BSF) Lalat Tentara Hitam alias Maggot dalam menangkal sampah basah di lingkungan kantor Pemerintah maupun di pemukiman warga masyarakat. Dengan begitu, volume sampah di DKI Jakarta dapat berkurang.

Untuk pembangunan rumah maggot, DLH gandeng Corporate Social Responsibility (CSR) di area lahan Suku Dinas (Sudin) LH Jakarta Pusat kurang lebih seluas 450 meter persegi yang peletakan batu pertama pilot project pembangunan rumah maggot fasilitas BSF TPS3R Rawasari Provinsi DKI Jakarta dilakukan oleh Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma didampingi Sekdis dan para Kasudin beserta jajaran LH Jakarta Pusat, Jumat (19/3/2021).

Dhany Sukma mengatakan, sesuai komitmen global, target dalam mengurangi emisi sebanyak 50 persen di tahun 2030.

Dhany menambahkan, budidaya maggot juga berdampak pada peningkatan ekonomi terutama pangan ternak ikan, sehingga dalam kawasan pembangunan rumah maggot TPST 3R nantinya dapat dilakukan secara terpadu melibatkan Sudin KPKP terkait kolam ikan dan sudin Pertamanan dan Hutan Kota terkait landscape atau pemandangan dengan taman disekelilingnya,” jelas Dhany Sukma saat dihubungi POSKOTA. CO.

Lanjut, orang nomor satu dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat ini berharap, budidaya maggot juga dapat dikembangkan di setiap kelurahan di Jakarta Pusat, bahkan hingga ditingkat RW dapat memiliki minimal 1 rumah maggot.

“Kalau di kecamatan kantor LH sudah ada masing-masing 1 rumah maggot yang diinisiasi oleh Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (Formapel) kolaborasi dengan Kasatpel LH kecamatan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas (Kasudin) LH Jakarta Pusat didampingi Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) LH Kecamatan Cempaka Putih, Tommy Suryo Arwindo menambahkan, untuk CSR kontributor pembangunan pilot project adalah ICLEI-Local Governments for Sustainability.

“Pelaksanaan operasional kegiatan rumah maggot melibatkan peran serta warga masyarakat mulai dari pemilahan sampah dari sumber untuk bahan makanan maggot maupun sirkulasi ekonomi yang berguna dalam pengembangan lingkungan sehingga tetap berkelanjutan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pembangunan rumah maggot berdiri di area lahan TPS3R Rawasari Perkantoran Komplek Rawa Kerbau Jalan Rawasari Selatan, Kel Cempaka Putih Timur, Cempaka Putih ini kurang lebih 450 m2 dengan kapasitas mereduksi 1 ton sampah organik per hari. “Untuk pembangunan direncanakan selesai pada bulan Juli 2021 mendatang,” pungkas nya. (van/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *