KOTA BEKASI–Diduga jadi biang keladi (penyebab) kegaduhan di Kota Bekasi belakangan ini, Pengamat Kebijakan Publik dan Politik, SP Ricky Tambunan mendesak pihak Kemendagri agar mengganti Penjabat (Pj) Wali Kota Raden Gani Muhamad dan Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. Junaidi.
Bukan rahasia umum lagi, kalau keduanya yakni Raden Gani Muhamad sebagai Pj Wali Kota dan Junaidi yang masih memegang posisi jabatan Sekda dikabarkan tengah ‘bertarung‘ alias berseteru soal kebijakan dan ‘cawe-cawe‘ untuk memperebutkan APBD Kota Bekasi di Tahun Anggaran 2024.
“Sikap cawe-cawe dari kedua pejabat tersebut, jelas ditengarai demi kepentingan pribadi dan kelompoknya. Termasuk bagi calonnya yang bakal diusung sebagai Walikota Bekasi di Pilkada pada 27 Nopember 2024 mendatang,” kata Rcky dalam keterangan tertulisnya, Selasa (02/04/2024).
Menurut Ricky, kedua pejabat yang bersangkutan, baik itu Pj Walikota dan Sekda Kota Bekasi diduga sama-sama berniat memperebutkan APBD Kota Bekasi. Sayangnya hal itu dilakukan bukanlah untuk kepentingan masyarakat Kota Bekasi.
“Jadi, terhadap kedua sosok pejabat tersebut, saya menduga tengah berjuang untuk menempatkan calonnya sebagai Walikota Bekasi diperhelatan Pilkada pada 27 Nopember 2024 nanti,” tulis Ricky yang juga dikenal sebagai Ketua Dewan Pembina Marhaen Sejahtera Indonesia itu.
Seperti diketahui bahwa Pj Walikota Raden Gani beberapa bulan terakhir ini berniat melakukan mutasi atau rotasi pejabat yang sebelumnya telah dilantik dan ditempatkan Walikota sebelumnya, Tri Adhianto.
Mereka antara lain Kepala Dinas BMSDA, Ir. Sholikin dan beberapa Kepala Dinas lainnya. Pj Walikota Bekasi diduga diperalat sekelompok Esselon dua di Pemkot Bekasi dan juga Pengurus Partai di Kota Bekasi. Dilain pihak Sekda Junaidi bersama Esselon dua lainnya juga melakukan perlawanan, karena yang bersangkutan punya calon walikota yang sedang diperjuangkannya.
“Akibatnya, Junaidi menentang Pj. dengan mempergunakan kapasitasnya sebagai Ketua Baperjakat? Saya juga mendapat kabar, baik Pj Walikota dan Menurut Ricky, Baik Pj. maupun Sekda Kota Bekasi mempergunakan kekuatan tangan-tangannya di Kemendagri. Pj Raden Gani didukung beberapa Dirjen, sementara Sekda Junaidi juga didukung petinggi lain di sana.
Kegaduhan yang mencuat sungguh tidak menguntungkan masyarakat Kota Bekasi. Bahkan diduga itu semua bertujuan untuk menggolkan calonnya masing-masing di Pilkada, baik Pj maupun Sekda.
Sebagaimana diketahui, kehadiran Pj di Kota Bekasi oleh Kemendagri adalah untuk mengawal proses Pemilihan Presiden, Pileg dan Pilkada, bukan untuk menimbulkan kegaduhan. Tidak menyalahi aturan mutasi yang mau dilakukan Pj. Sebab, itu hak Pj. Tetapi seharusnya penggunaan wewenang itu untuk mengisi jabatan yang kosong. Jadi, jangan sampai menimbulkan kegaduhan.
Sementara itu menurut Ricky Sekda juga bukan Pejabat yang bersih. Yang bersangkutan merupakan Pejabat yang pernah diperiksa KPK terkait TPPU. Penyebabnya soal penyerahan uang setoran ke mantan Walikota Rahmat Efendi sewaktu Junaidi masih Kepala Dinas Tata Ruang. Juga baru-baru ini Sekda Junaidi dikabarkan dilaporkan ke KPK soal proyek meubel yang dipimpinnya. Dimana diduga Junaidi cawe-cawe diproyek tersebut.
Maka dari itu, Kemendagri harus menertibkan perseteruan antara Pj dan Sekda Walikota Bekasi karena hanya persoalan uang untuk memperebutkan APBD tahun 2024. Terlebih yang sifatnya untuk kepentingan pribadinya, tapi bukan untuk kebaikan warga Kota Bekasi.
“Saya minta supaya Mendagri Tito Karnavian untuk menarik Pj Wali Kota dan Sekda Junaidi dari Kota Bekasi. Lantas menggantinya dengan Pejabat yang netral, bukan berpihak di Pilkada 27 Nopember 2024,” urai Ricky.
Tak salah apabila masyarakat menyebut baik Pj Walikota dan Sekda merupakan biang keladi dari masalah yang belakangan ini terjadi di Kota Bekasi. Sedangkan Mendagri harus bisa menciptakan kenyamanan Pilkada yang tinggal 7 bulan lagi di Kota Bekasi. “Solusinya, tarik saja kedua Pejabat tersebut, yakni Pj Walikota Raden Gani Muhammad dan Sekda Kota Bekasi Drs Junaidi untuk segera digantikan dengan yang lain,” pungkas Ricky. (*/fs)







Komentar