oleh

Bupati Bogor: Jalur Poros Tengah Timur Berdampak Positif Ekonomi & IPM

POSKOTA. CO – Sistim buka tutup atau yang kerap disebut one way setiap akhir pekan atau hari libur nasional di kawasan wisata puncak, Bogor, akan teratasi.

Harapan pengguna jalan akan adanya kelancaran dan kenyamanan saat berlalulintas di jalur puncak, akan terwujud.

Bupati Bogor, Ade Yasin merasa optimis akan dapat melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan Puncak II atau Poros Tengah Timur (PTT).

Walau hasil revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tahun 2021-2023 tidak mengakomodir proyek PTT, namun Ade Yasin tak kalah semangat.

Ia lalu membawa misi besarnya ini ke pemerintah pusat. Ia optimis PTT akan terealisasi, karena programnya ini selaras dengan kebijakan Presiden Jokowi.

Menurut Ade Yasin, proyek puncak II yang membentang dari wilayah Babakan Madang – Citereup – Sukamakmur dan Tanjung Sari itu dapat dibangun dari sumber dana lain.

“Yang paling mungkin dan realistis adalah dukungan biaya dari Kementerian PUPR,” kata Ade Yasin kepada wartawan.

Menurut Ade Yasin, Kementerian PUPR sangat berkaitan dengan jalan Puncak II yang di proyeksikan sebagai jalan nasional alternatif untuk mengatasi kemacetan parah di kawasan Puncak.

“Selain mengatasi kemacetan Puncak, juga dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah sekitar jalur tersebut. Wilayah ekonomi maju jika terhubung dengan wilayah ekonomi yang belum berkembang, akan sangat bermanfaat. Banyak pelaku UMKM baru akan muncul,” katanya.

Ia mengaku, sudah menerima DED (detail engineering desain) dari Kementerian PUPR. Ade Yasin memastikan, akan ada pelelangan untuk pekerjaan konstruksi oleh Kementerian PUPR dalam waktu dekat.

“Jalur Poros Tengah Timur dapat berimplikasi positif pada aspek ekonomi, dan berdampak pada naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah Timur Kabupaten Bogor.
Kurang lebih 550 ribu penduduk yang tinggal di lima kecamatan ini, seperti Citeureup, Babakan Madang, Cariu, Tanjungsari, dan Sukamakmur, akan dapat manfaat positif dan mempengaruhi segala sektor pembangunan,” ujar Ade Yasin.

Optimisme Ade Yasin didasarkan pada adanya kerelaan para pemilik tanah baik perorangan maupun persero, dalam menghibahkan lahan mereka untuk keperluan jalur PTT.

Tak hanya itu, peran swasta dalam membuka akses sebelum di mulainya pekerjaan pengaspalan pada anggaran tahun 2022, semakin membuktikan, bahwa kehadiran jalan puncak II ini merupakan harapan semua masyarakat.

Iskandar Sitorus, Ketua Bogoh Bumi Sunda (BBS) yang mengambil peran dalam pembukaan akses PTT sangat yakin, misi besar Bupati Bogor ini akan terwujud.

Untuk itu, pengusaha pertambangan dan iklan ini menegaskan, tidak boleh ada satu pun pihak baik perorangan maupun kelompok, yang mencoba menghalang-halangi pekerjaan ini.

“Jika PTT jadi, maka peluang usaha akan banyak sekali. Pelaku UMKM akan hadir dengan sendirinya. Ini akan berdampak signifikan bagi kesejahteraan rakyat. Hal penting lain, tidak ada lagi sistim buka tutup di puncak seperti selama ini,”kata Iskandar sambil mengapresiasi kepercayaan Pemkab Bogor kepada BBS untuk ikut berperan didalam proyek tersebut. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *