oleh

APBD Perubahan DKI Turun Rp 2 T, Pramono Ingatkan TAPD Harus Bijak Belanjakan Anggaran

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan kepada seluruh jajaran agar dalam penyerapan dana APBD mengutamakan prinsip kehati-hatian alias prudent. Menurutnya lebih baik anggaran turun sedikit tapi perbelanjaan maksimal daripada dana besar tapi gagal pada penyerapan.

Gubernur Pramono sudah memerintahkan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di bawah pimpinan Sekda DKI Uus Kuswanto agar menggunakan APBD secara bijak. Hal ini untuk memastikan seluruh program yang direncanakan bisa berjalan dengan baik.

“APBD DKI Jakarta disusun dengan kehati-hatian. Saya sudah menyampaikan kepada jajaran TAPD yang melakukan pembahasan dengan DPRD DKI Jakarta, lebih baik kita mempunyai APBD yang prudent, yang hati-hati, tetapi bisa dijalankan secara maksimal,” ujar Pramono di Jakarta, Rabu (2/9).

Pramono tak ingin penyusunan postur anggaran terlihat besar, namun tidak bisa dijalankan dengan baik. Tak hanya dalam hal penyusunan APBD, prinsip kehati-hatian ini juga diterapkan dalam penyusunan pembiayaan kreatif yang dimanfaatkan untuk pembangunan Jakarta.

“Saya yakin dengan APBD Perubahan yang ada, turun sedikit dibanding APBD Murni, namun kita harus yakin tidak akan mengurangi kualitas pembangunan yang ada di Jakarta,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, total Rancangan Perubahan APBD 2026 sebesar Rp 79,59 triliun, turun sebesar 2,13 persen dibandingkan dengan APBD Murni 2026 sebesar Rp 81,32 triliun.

Untuk Pendapatan Daerah pada Perubahan APBD 2026 direncanakan sebesar Rp 69,36 triliun atau turun sebesar 2,93 persen dibandingkan dengan APBD 2026 sebesar Rp 71,45 triliun. Sedangkan, Belanja Daerah pada Perubahan APBD 2026 direncanakan sebesar Rp 75,08 triliun atau naik sebesar 1,08 persen, dibandingkan dengan APBD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp 74,28 triliun. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *