oleh

Tim FT Universitas Budi Luhur Raih Juara 2 Sayembara Desain Reklame Gerbang Masuk/Keluar Wilayah Provinsi Jakarta 2025

JAKARTA – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh sivitas akademika Fakultas Teknik Universitas Budi Luhur. Tim Lab Studio Arsitektur berhasil meraih juara kedua dalam Sayembara Desain Reklame Gerbang Masuk/Keluar Wilayah DKI Jakarta yang diselenggarakan oleh Unit Pengelola Jakarta Asset Management Centre (UP JAMC) BPAD Provinsi Daerah Khusus Jakarta bekerja sama dengan IAI Jakarta.

Sayembara ini bertujuan untuk menghadirkan wajah baru reklame gerbang Jakarta yang mencerminkan identitas kota modern, inklusif, dan penuh karakter. Ratusan peserta dari kalangan profesional, akademisi, hingga mahasiswa arsitektur turut ambil bagian dalam kompetisi yang berlangsung secara terbuka dan kompetitif ini.

Team dosen dan mahasiswa Lababoratorium Studio Arsitektur Universitas Budi Luhur, berperan serta dengan menampilkan konsep “Gapura Kuliner Kemang Raya: Identitas Betawi dalam Seni dan Rasa.” Desain gapura ini hadir sebagai interpretasi arsitektural yang mengangkat kembali budaya Betawi, tidak hanya melalui bentuk fisik semata, tetapi lebih dalam lagi: melalui metafora visual yang mewakili nilai-nilai budaya Betawi yang bersifat intangible. Nilai seperti keberanian, kehormatan, keterbukaan, dan solidaritas sosial—yang meskipun tak kasat mata, tetap hidup dan terasa dalam kehidupan masyarakat Betawi.

Inilah Tim Lab Studio Arsitektur FT Universitaas Budi Luhur yang memenangkan lomba desain gapura BPAD DKI Jakarta

Sebagai gerbang kearah wisata kuliner diwilayah Kemang, filosofi komposisi mengangkat sebuah konsepsi Rasa yang Terlihat, Nilai yang Terasa. Kombinasi antara golok (vertikal, dinamis) dan gigi balang (horizontal, kokoh) menciptakan keseimbangan bentuk dan makna. Komposisi ini bukan hanya bermain dalam aspek visual, tetapi juga menyampaikan narasi bahwa kuliner bukan hanya soal rasa makanan, tetapi juga rasa tempat dan rasa budaya. Gapura ini menjadi bentuk konkret dari metafora budaya yang biasanya hanya hidup dalam cerita, kini hadir sebagai struktur arsitektural yang menyapa.

Keberhasilan ini merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan dosen di lingkungan Universitas Budi Luhur dapat menghasilkan karya yang kompetitif di tingkat daerah bahkan nasional.

Pihak kampus pun menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap prestasi ini. “Kemenangan ini adalah hasil kerja keras, kreativitas, dan semangat inovatif dari tim. Kami bangga, dan semoga ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berkompetisi secara sehat,” tutur Dr. Putri Suryandari, M.Ars selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Budi Luhur.

Desain para pemenang sayembara ini rencananya akan dipertimbangkan untuk direalisasikan pada titik-titik strategis perbatasan wilayah DKI Jakarta, sebagai wajah baru kota yang menyambut para pendatang dan warga.

Team dosen  terdiri dari Ir, Karya Subagya MT, IAI dan Dr.Ir, Tri Endangsih, M.Ars, IPM, serta mahasiswa yang terdiri dari; Iqbal, Agus, Bagus dan Yulia. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *