oleh

Menjadi Public Speaker Andal, Bena Rangkuti Tak Segan Belajar Sebelum Manggung

-Kampus-47 views
POSKOTA.CO-Sabena Rangkuti atau lebih dikenal Bena Rangkuti bukanlah orang baru dalam dunia public speaking. Ia sudah banyak malang melintang untuk berbagai acara baik sebagai host, MC maupun moderator. Beberapa kali malah menjadi motivator.
Sosok yang memiliki pembawaan kalem ini, sering membuat khalayak takjub. Bagaimana tidak, melalui rangkaian kalimat yang dilontarkan saat menjadi host, menjadi MC atau moderator, suasana segaduh apapun dengan mudah dikuasainya.
Bagi Bena Rangkuti, menjadi seorang public speaker memang harus memiliki kemampuan menguasai medan.  Itu modal utamanya. Tujuannya, agar acara yang dipandu menjadi jauh lebih menarik.
Agar dapat menguasai medan, Bena memang memiliki sejumlah kiat. Tetapi hal terpenting adalah membawa bekal pemahaman, pengetahuan dan wawasan yang cukup terkait isu atau masalah yang akan dipandunya.
“Jadi kita maju panggung tidak berbekal kepala kosong, tetapi sudah lebih pintar,” kata Bena kepada Poskota Online, belum lama ini.
Untuk itu, sebelum ‘manggung’ Bena membekali diri dengan cara membaca buku-buku referensi, up date perkembangan berita terkini, dan seringkali wawancara dengan narasumber terlebih dahulu. Dengan cara seperti ini, maka acara yang dipandu menjadi lebih hidup.
Diakui Bena, dalam setiap acara seringkali menimbulkan jeda atau waktu kosong meski beberapa menit. Waktu kosong tersebut jika dibiarkan kosong, tentu yang muncul adalah suasana gaduh peserta. Atau malah sebaliknya, peserta dilanda bosan lalu mengantuk.
Berbeda jika seorang host, MC atau moderator memang sudah menguasai acara yang dibawa, maka dengan mudah akan membuat kalimat-kalimat manuver yang cantik, yang menarik sehingga sebuah acara tidak melahirkan kekosongan waktu.
“Jeda waktu ini sering tidak bisa dihindari oleh pemandu acara karena beberapa sebab dan alasan. Inilah tugas seorang pembaca acara. Dia harus pandai menyembunyikan kekosongan waktu dengan cara yang cerdas,” tambah Bena.
Bena yang berprofesi sebagai dosen di sebuah perguruan tinggi ternama di DKI Jakarta tersebut tidak hanya mahir dalam dunia public speaking. Ia juga mahir memanfaatkan media sosial untuk mendukung sosialisasi program yang digelar instansi atau lembaga tertentu.
Melalui channel Youtube, Bena yang memiliki tim solid, siap membantu siapapun atau instansi manapun untuk merancang program sosialisasi, program edukasi, kampanye atau promosi produk. Berbekal ilmu sebagai dosen komunikasi, Bena melengkapi karya-karyanya dengan ilmu. Sehingga semua karya yang diluncurkan terasa lebih berbobot, lebih menarik dan lebih mudah untuk dipahami publik.
“Memanfaatkan media sosial juga harus dengan ilmu, tidak asal posting, tidak asal buat. Karena yang mau kita rayu adalah masyarakat bebas, masyarakat yang tidak terikat dengan perjanjian kita. Jika produk media sosial kita menarik dan bermanfaat, maka khalayak dengan sukarela akan mengaksesnya, menjadi follower kita,” tegasnya.
Karena kemahiran dan kepiawiannya menjadi seorang public speaker, Bena berkesempatan untuk melakukan wawancara eksklusif dengan sejumlah tokoh, public figure, pejabat bahkan jenderal. “Ini bagi bagi seseorang yang berprofesi sebagai public figure tentu merupakan kesempatan yang luar biasa. Kemudahan dan sikap welcome dari narasumber tentu beralasan. Satu-satunya alasan yang tepat adalah karena profil public speakernya yang memang berkelas! (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *