oleh

Unkris Miliki Rektor Baru, Ketua Yayasan Imbau Seluruh Civitas Akademika Jaga Sinergi Hadapi Tantangan Dunia Pendidikan  

-Kampus-704 views

POSKOTA.CO–Ketua Yayasan Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Amir Karyatin, SH mengimbau, seluruh civitas akademika   tetap menjaga sinergitas dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang berat ditengah pandemi Covid-19.

“Unkris sebagai salah satu kampus tertua di Indonesia telah mengalami pasang surut, tapi bisa tetap eksis. Ini membuktikan kemampuan luar biasa dari civitas akademika dalam menjalankan peran dan fungsinya mencetak intelektual untuk mengabdi kepada masyarakat diberbagai sektor kehidupan,” katanya seusai  melantik Rektor Unkris Dr. Ir. Ayub Muktiono, M.Sip serta Wakil Rektor 1 : Dr. Ismail Razak, Wakil Rektor 2 : Dr. H. Suwanda dan Wakil Rektor 3 : Dr. Parbuntian, SH, MH. dengan saksi Dekan Fakultas Teknik Dr. Harjono P. Putro dan dari unsur yayasan  Dr. Hendra, SH, MH, Jum’at siang (13/11/2020).

Ketua Yayasan Universitas Krisnadwipayana (Unkris) Amir Karyatin, SH saat melantik rektor yang baru

Menurut  Amir, dari kemampuan mengatasi pasang surut tersebut dapat disimpulkan,  bahwa seluruh stakeholder yang memimpin Unkris dari waktu ke waktu memiliki ketahanan yang luar biasa. “Siapapun pemimpinnya  tentu sangat berharap kepada pejabat rektorat yang baru dilantik untuk tetap menjadi luar biasa,” tambahnya.

Jika seluruh stakeholder atau civitas akademika bisa terus bersinergi dan kerja kuat, kerja cerdas, kerja keras, kerja tuntas dan kerja ikhlas, maka diharapkan Unkris akan terus berkembang dan maju, meski di tengah masa pandemi seperti saat ini. Yayasan berharap, di tangan orang-orang muda seperti saat ini  Unkris tidak hanya akan eksis, tapi juga menjadi kampus yang mampu menjawab kebutuhan bangsa dan negara saat ini dan yang akan datang.

Sementara itu Rektor Unkris Dr. Ir. Ayub Muktiono, M. SiP  menyatakan, pihaknya memiliki program prioritas diantaranya bidang pengabdian pada masyarakat. “Dengan amanah yang saya emban, tentu saya punya program prioritas. Pertama adalah bidang pengabdian pada masyarakat yang kami nilai masih kurang, sehingga rangkingnya stagnan,” tutur Ayub.

Program prioritas lainnya adalah menjalin kerjasama dengan pihak dalam dan  luar negeri. Hal itu terkait dengan konsep Kampus Merdeka yang didengungkan pemerintah. “Dengan menjalin kerjasama baik di dalam maupun luar negeri, maka para mahasiswa bisa dengan mudah untuk praktek kerja atau magang yang kelak menjadi bekal dalam dunia kerja,” paparnya.

Selanjutnya, kata Ayub, pihaknya akan membuka program studi baru, yakni kenotariatan dan lainnya. “Selain itu, kami juga akan membuka program doktoral di bidang adiministrasi dan ekonomi,” ungkapnya.

Sedangkan untuk membantu mahasiswa yang kesulitan keuangan akibat pandemi corona, pihak kampus akan  memberi kemudahan pembayaran dengan cara mencicil biaya kuliah. “Selama ini sudah ada beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada mahasiswa yang berhenti hanya karena faktor biaya kuliah,” pungkasnya. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *