oleh

Buka Resmi Grand Final 1000x Innovator Challenge, Cecep Sebut Banyak Kampus Respons Pertumbuhan Sektor Ekonomi Kreatif

JAKARTA – Ajang kompetisi inovasi terbesar bagi mahasiswa Indonesia 1000x Innovaation Challenge memasuki babak final. Dari 315 karya inovasi yang berasal dari 217 universitas, tim juri memilih 11 tim terbaik untuk melangkah ke babak final dan mempresentasikan solusi inovatif mereka di hadapan juri, pakar industry, akademisi dan pemimpin bisnis.

Grand final yang digelar di auditorium R Soeria Atmadja, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI pada Selasa (25/2/2025) dibuka resmi oleh Deputi bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreaatif, Kementerian Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi. Hadir Prof Hamdi Muluk, Warek bidang Riset dan Inovasi Universitas Indonesia, dan Ketua ILUNI Didit Ratam.

Dalam sambutannya, Cecep Rukendi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan 1000x Innovation Challenge yang diinisiasi oleh Marvin Foundation, The Habibie Center, dan ILUNI UI. Ini adalah kegiatan inkubasi terhadap para calon innovator dan creator yang tersebar di seluruh kampus di Indonesia.

“Kegiatan ini dapat menumbuh kembangkan talenta-talenta kreatif yang berkualitas yang dapat menciptakan lapangan kerja di bidang indusyri kreatif dari berbagai subsector baik yang berbasis budaya, digital dan sektor lainnya,” ujar Cecep.

Ia mengingatkan saat ini ekonomi kreatif memegang peranan penting dalam lanskap ekonomi global. Data UNESCO tahun 2023 menunjukkan dari 101,4 trilun USD total PDB global pada tahun 2022, diestimasikan 3,1 persen merupakan kontribusi ekonomi kreatif. Pada tahun 2020, diestimasikan sebesar 6,2 persen dari total lapangan pekerjaan secara global adalah pekerjaan kreatif dengan menyerap lebih dari 50 juta tenaga kerja. Dan pada tahun 2022, ekspor jasa kreatif mencapai 713 miliar USD atau sebesar 19,3 persen dari total ekspor jasa secara global.

Di Indonesia sendiri, lanjut Cecep, pada 2023 sektor industry kreatif berhasil menciptakan lapangan kerja bagi 25 juta orang dengan nilai tambah sekitar Rp1.400 triliun dan nilai ekspor mencapai  24 miliar USD. “Tahun 2029 estimasi sektor industry kreatif dapat menciptakan lapangan kerja bagi 29 juta orang,” lanjut Cecep.

Ia menyampaikan kegembiraannya bahwa saat ini banyak kampus di Indonesia yang merespon pertumbuhan industry kreatif dengan membuka program studi, jurusan bahkan fakultas ekonomi kreatif. Diharapkan kampus akan melahirkan talenta-talenta muda dbidang kreatif yang dapat memberi kontribusi besar bagi pembangunan nasional.

Pada kesempatan yang sama Wakil Rektor bidang Riset dan Inovasi UI Prof Hamdi Muluk mengingatkan bahwa dunia berubah sangat cepat dan semua perubahan bermula dari ide. Karena itu, penting untuk mendorong generasi muda menciptakan ide-ide baru dan kreativitas yang akan membawa impact nyata baik bagi masyarakat, industry maupun ekonomi nasional.

“Hari ini kita melihat ide-ide kreatif inovatif yang dibuat oleh para mahasiswa. Gagasan mereka kita lombakan dan diharapkan nantinya akan menjadi start-up,” jelasnya.

Sementara itu, Didit Ratam, Ketua Umum ILUNI UI, menyampaikan 1000x Innovation Challenge merupakan bukti nyata bahwa komunitas akademik dan alumni dapat berperan aktif dalam menciptakan solusi bagi tantangan nyata di masyarakat. “Sebagai alumni UI, kami bangga menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung inovasi serta mendorong mahasiswa untuk berpikir besar dan berani mengeksekusi ide-ide kreatif mereka,” katanya.

Kurniawan Santoso, penggagas 1000x Innovation Challenge, menegaskan, 1000x innovation challenge bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi sebuah gerakan yang mendorong mahasiswa untuk menjadi problem solver dan mampu memberikan solusi nyata bagi masa depan Indonesia. Dengan atmosfer yang penuh semangat dan inspirasi, Grand Final 1000x Innovation Challenge 2025 menjadi bukti bahwa inovasi adalah kunci untuk membawa Indonesia melangkah lebih jauh di kancah global.

Inilah 11 tim finalis

Adapun 11 tim terbaik yang melaju ke babak final adalah tim PoA Medtech dari Univ Negeri Malang dengan judul inovasi Starts with a moderate-energy presentation to warm up the audience, tim Optimus dari Universitas Airlangga Surabaya dengan judul inovasi Gradual increase in quality, setting a good rthythm, tim Inveslink dari Peloteknik Negeri Medan dengan judul karya Keeps the place balanced after aastrong pitch, tim Kynetix Gym dari Binus University Jakarta dengan judul karya First high-energy presentation to excite the audience, tim Berasaa Madiun dari Universitas Merdeka Madiun dengan judul karya A brief cooldown after a high-scoring pitch.

Lalu tim Vorione dari ITB Bandung dengan judul karya Brings the energy back up with a strong contender, tim Tierrafuse dari Sampoerna University Jakarta dengan judul karya Keeps engagement steady before another high-scoring pitch, tim Terangin dari ITS Surabaya dengan judul karya Another top-scoring presentation to keep the excitement going, tim Receiva dari UI dengan judul karya A strong lead-in toward the grand finale, tim Trio Sekawan dari Univ Sebelas Maret dengan judul karya A well-scoring project before the biggest highlight dan tim Oculab dari UI dengan judul karya Closes with the highest-scoring project for a memorable finish.

1000x innovation challlenge adalah kompetisi revolusioner yang dibuat Marvin Foundation untuk memberdayakan mahasiswa agar berinovasi dan mengaatasi beberapa tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini melalui teknologi. Acara ini mengundang para pemikir muda terbaik untuk menunjukkan solusi yang dapat diterapkan dengan potensi memberikan daampak 1000x terhadap masa depan Indonesia. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *