oleh

Zuraida Hanum, Istri Hakim PN Medan Jadi Otak Pembunuhan Suami Divonis Mati

POSKOTA.CO – Suara gemuruh dan Isak tangis mewarnai suasana sidang putusan kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin atas terdakwa Ny. Zuraida Hanum, istri korban sesaat majelis hakim menjatuhkan hukuman mati di pengadilan setempat.

Kenny Akbari Jamal dan Rajif Fandi Jamal, anak korban dari istri sebelumnya yang mengikuti sidang putusan secara viritual di PN Medan dan Lapas Tanjunggusta Medan ini tak tahan mengucurkan air matanya. Wanita yang duduk di sebelahnya, Cut Rafika Lestari yang merupakan aspri korban langsung memeluk Kenny dan mengucap syukur.

“Bersyukur, Alhamdulillah dihukum mati, Dek,” ucap Cut sambil memeluk Kenny yang menangis semakin keras. Kepada wartawan, Kenny mengaku cukup puas dengan vonis hakim kepada ibu tirinya itu.

“Cukup puaslah dengan putusan ini karena memang ini yang kami harapkan,” tutur Kenny, Rabu (1/7/20) sebagimana yang dilansir Tribun Medan. Namun ketika ditanya keterkaitannya dengan hukuman kedua pelaku lain, Kenny enggan berkomentar.

Dalam putusannya Majelis Hakim diketuai Erintuah Damanik menilai terdakwa terbukti bersalah menjadi otak pelaku pembunuhan berencana terhadap suaminya sendiri dengan dibantu Jefri Pratama (42), kekasih Zuraida dan Reza Pahlevi (29) sekitar November tahun lalu.

“Menjatuhkan pidana mati kepada Zuraida Hanum. Penjara seumur hidup kepada terdakwa Jefri dan pidana 20 tahun penjara kepada Reza Fahlevi,” ucap Erintuah sambil mengetuk palu dalam sidang secara terpisah.

Menurut majelis perbuatan para terdakwa ini dianggap keji dan meninggalkan kepedihan yang mendalam kepada keluarga korban. Untuk itu para terdakwa yang sebelumnya dituntut maing-masing seumur hidup ini dinyatakan terbukti melanggar Pasal 340 KUHPidana juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana subsider Pasal 338 KUHPidana juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Majelis hakim tidak mencatat hal-hal yang meringankan para terdakwa, khususnya Zuraida Hanum. Bahkan, pada persidangan sebelumnya, majelis hakim terlihat emosional karena perbuatan terdakwa telah mencoreng nama baik institusi kehakiman. Zuraida juga dinilai tidak sungguh-sungguh menyesali perbuatannya.

Atas putusan tersebut Penasehat Hukum Zuraida Hanum, Onan Purba menyatakan vonis mati terhadap kliennya tidak adil. Menurutnya, Hanum selayaknya mendapatkan keringanan sebab masih memiliki satu orang anak yang harus mendapat kasih sayang orang tuanya.

Kasus pembunuhan terhadap hakim yang juga merupakan Humas Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin, tewas di dalam sebuah mobil Toyota Land Cruiser Prado berwarna hitam, Jumat (29/11/2019). Jenazah Jamaluddin ditemukan terbaring di bangku belakang mobil di sebuah jurang Kabupaten Deli Serdang. Dan pada akhirnya diketahui yang menjadi otak pembunuhan adalah istri korban sendiri.

Kasus pembunuhan ini berawal dari hubungan rumah tangga Zuraida dengan korban yang tidak harmonis dan kecewa yang dipendam Zuraida dan hal ini sering diceritakannya kepada sopir freelance yang biasa disewa jasanya.

Awalnya Zuraida pada 2018 berkenalan dengan Jefri dan saling mencinta. Setahun kemudian tepatnya November 2019, saat mereka bertemu di sebuah kafe di Jalan Ringroad Medan, Zuraida mengatakan bahwa korban sering mengkhianatinya.

Zuraida menyebutkan kalau dirinya ingin mati saja karena sudah tidak sanggup hidup lagi. Jefri yang mendengar ungkapan kekasihnya menjawab bahwa korban lah yang seharusnya mati.

Rencana pembunuhan inilah akhirnya terlaksana yakni pada Jumat, 29 November 2019, korban Jamaluddin ditemukan tewas di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD miliknya.

Posisi mobil berada di jurang kebun sawit warga Dusun 2 Namobintang Desa Sukadame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang. Saat ditemukan, korban tergeletak kaku di bangku tengah mobil. (budhi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *