JAKARTA – Narapidana yang kini tengah menjalani hukuman di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta, tampaknya masih bisa dengan bebas menggunakan telepon genggam. Bahkan, mereka juga dengan tenangnya mengkonsumsi narkotika di balik jeruji besi yang kini mereka huni.
Beberapa foto dan video aksi napi yang menggunakan handphone dan mengkonsumsi sabu tersebar luas. Diduga napi “berduit” ini dengan mudahnya mengunakan telepon genggam berkat bantuan dari oknum sipir penjara yang memasukkannya ke dalam sel.
Dalam foto dan video yang beredar, mereka dengan tenangnya bermain handphone sambil tidur-tiduran di kamar yang mereka tempati. Yang lebih mencengangkan, selain menggenggam dawai, sebuah alat hisap sabu juga menjadi pemandangan yang dianggap mereka biasa saja.
Aksi menggunakan handphone mereka pun kini menjadi perbincangan dan perhatian dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS). Bahkan beredar kabar para napi yang kedapatan mengunakan telepon genggam sudah dipindahkan ke sel tikus.
Nanum hal itu tidak berlaku bagi bandar narkoba yang menyediakan narkotika bagi para narapidana. Berdasarkan informasi yang didapat, si bandar masih bebas berada di kamar miliknya yang mewah tanpa tersentuh hukuman dari petugas sipir karena diduga kuat mereka lindungi karena kerap memberika upeti.
Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Rutan Salemba Jakarta, Wahyu Trah Utomo mengatakan, bahwa foto dan video yang beredar tersebut bukan berada didalam rutan Salemba. Menurutnya, foto dan video itu diambil pada tahun 2023 saat narapidana berada ditempat lain.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan kami terhadap yang bersangkutan foto itu tidak benar diambil di Rutan Kelas I Jakarta Pusat. Namun diambil pada tahun 2023 ketika yang bersangkutan menjalankan pidana di tempat Lapas lain,” katanya yang dikonfirmasi wartawan.
Dikatakan Wahyu, selama ini pihaknya juga rutin menggelar razia di setiap kamar dan blok untuk mencari warga binaan yang masih menggunakan handphone. Ketika disingung kenapa hanya napi yang main handphone yang dipindahkan ke sel tikus sementara bandar narkoba tidak dipindahkan, ia tidak menjelaskan lebih mendalam.
“Kami selalu melakukan razia insidentil terhadap kamar yang diduga terdapat Warga Binaan yang menggunakan handphone. Jika terbukti kami berikan tindakan hukuman disiplin berat,” ungkapnya. (Ifand/fs)







Komentar