JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan kepada Menteri Pertahanan dan Panglima TNI untuk menggunakan pesawat angkut canggih Airbus A400M untuk berbagai misi kemanusiaan.
Pesawat angkut terbesar se-Asia Tenggara tersebut sudah dipesan RI sebanyak 2 unit. Saat ini baru tiba 1 unit, dan 1 pesawat lagi tiba awal 2026.
Dengan hadirnya pesawat Airbus A400M, Prabowo memerintahkan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menambah sejumlah batalyon kesehatan (yonkes).
“Pesawat Airbus A400M ini kita serahkan ke Mabes TNI, selanjutnya dipakai TNI AU untuk digunakan mengatasi berbagai bencana seperti mengevakuasi korban maupun bantuan kemanusiaan di pelosok RI dan luar negeri,” papar kepala negara usai meresmikan pesawat tersebut di Bandara Halim Perdana Kusuma, Senin (3/11/2025).
Prabowo juga telah memerintahkan jajaran TNI membuat modul ambulans udara.
“Makanya kita bikin modul operasi udara, operasi ambulans udara, dan TNI saya perintahkan untuk menambah batalyon kesehatan,” kata Prabowo.
Prabowo juga bakal mengfungsikan Airbus A400M untuk evakuasi korban bencana, termasuk bantuan untuk Gaza, Palestina.
Kepala Negara menuturkan, batalyon kesehatan nantinya tidak hanya mendukung bencana di wilayah nasional, melainkan juga bencana di luar negeri.
Prabowo membuka peluang untuk memanfaatkan Airbus A400M untuk mengevakuasi korban bencana di Gaza dalam misi kemanusiaan, selain melakukan drop off makanan dan bantuan logistik.
“Jadi, batalyon tim kesehatan tidak hanya mendukung bencana di wilayah nasional, tapi seandainya ada peristiwa kemanusiaan di mana-mana, kita juga bisa hadir,” jelas Prabowo.
Ia lantas mengingat bantuan negara lain yang kerap hadir ketika sejumlah wilayah di Indonesia mengalami bencana. Saat tsunami Aceh tahun 2004, misalnya, banyak negara datang ke Indonesia untuk membantu evakuasi korban.
“Waktu kita ada masalah di Sulawesi Tengah, di Palu, juga banyak negara bantu kita. Jadi kita juga sebagai bagian dari komunitas dunia, harus juga bantu negara-negara dalam kesulitan,” beber Prabowo.
Indonesia, lanjutnya, turut andil dalam membantu negara lain. Saat Turkiye dilanda gempa besar beberapa waktu lalu, Indonesia mengirim dua pesawat Hercules.
“Waktu Turkiye gempa bumi besar, kita juga kirim 2 Hercules. Dan waktu itu kita siap kirim kapal. Kita sekarang masih ada tim kesehatan di Gaza bersama UAE (Uni Emirat Arab), masih ada di situ. Saya kira itu,” tandas Prabowo.
Spesifikasi Airbus A400M
Untuk menerbangkan pesawat tersebut, 22 personel TNI AU telah menyelesaikan pelatihan Line & Basic Category (Electrical & Avionic) Airbus A400M di Pusat Pelatihan Internasional Airbus Military and Defence, Sevilla, Spanyol.
Ke-22 personel tersebut terdiri atas lima anggota Skadron Udara 31, tiga anggota Skadron Teknik 021, serta masing-masing dua anggota dari Satuan Pemeliharaan 23 dan 15.
Spesifikasi Airbus A400M adalah sebagai berikut:
Dimensi: panjang: 45,1 meter
Lebar (termasuk rentang sayap): 42,2 meter
Tinggi: 14,7 meter
Kinerja:
Kecepatan jelajah: maksimal 889 km/jam
Daya jelajah: 8.900 km non-stop
Ketinggian jelajah: 12.200 meter
Kapasitas:
Bahan bakar: 50.800 kg
Muatan: 116 prajurit bersenjata lengkap atau helikopter model Puma dan Cougar.
Mesin:
Tipe: TP-400-D6
Jumlah: 4
Sistem:
Sistem kemudi: Fly By Wire
Sistem pendaratan: 12 roda
Kemampuan:
Mendarat dan lepas landas di landasan non-asphalt
Isi bahan bakar di udara tanpa perlu mendarat
Membawa sistem peluncur Patriot Mobile
Airbus A400M adalah pesawat angkut militer jarak jauh yang dirancang untuk mengganti atau melengkapi pesawat yang digunakan dalam peran angkutan udara taktis. Pesawat ini memiliki kemampuan unik untuk membawa muatan besar dan berat, serta mendarat di landasan yang tidak terlalu panjang. (aga/fs)








Komentar