oleh

Tim Bareskrim Polri Usut Tersangka di Balik Kebakaran Gedung Kejagung

POSKOTA.CO – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana di balik peristiwa kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Pihak Bareskrim dan Kejagung menyatakan sepakat meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan.

Tim penyidik Bareskrim Polri terus melakukan pengusutan untuk mencari siapa tersangkanya. “Bareskrim dan Kejagung sepakat dalam gelar perkara tadi untuk meningkatkan penyelidikan menjadi penyidikan dugaan Pasal 187 dan Pasal 188 KUHP,” kata Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo, Kamis (17/9).

Peristiwa kebakaran itu terjadi pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 18.15 WIB malam. Api diduga berasal dari lantai 6 ruang rapat biro kepegawaian yang kemudian menjalar ke seluruh gedung utama Kejaksaan Agung.

Menurut Komjen Listyo adanya dugaan unsur pidana yang dilakukan terkait kebakaran itu. Tim Bareskrim Polri  segera memeriksa sejumlah saksi untuk dijadikan tersangka. “Kita  segera melakukan penyidikan, melakukan pemeriksaan terhadap potensial potensial suspek dan saksi. Bisa kita tingkatkan menjadi tersangka dan secepatnya kita akan rilis,” ucap Listyo.

Dikatakan Komjen Listyo, dalam kasus ini ada dua pasal yang bisa dikenakan kepada tersangka pembakaran dengan ancaman pidana paling lama seumur hidup. Pasal tersebut, Pasal 187 dan Pasal 188 KUHP. Berikut ini bunyi kedua pasal tersebut:

Isi pasal itu, barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam 1. dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. Jika karena perbuatan tersebut diatas timbul bahaya umum bagi barang; 2. dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun. Jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya bagi nyawa orang lain;3. dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun. Dan jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya bagi nyawa orang lain dan mengakibatkan orang mati. Begitu bunyi Pasal 187 KUHP.

Sedangkan Pasal 188 KUHP terkait penyebab kebakaran karena kesalahan yakni: Barang siapa karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Jika karena perbuatan itu timbul bahaya umum bagi barang, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi nyawa orang lain, atau jika karena perbuatan itu mengakibatkan orang mati,” bunyi Pasal 188 KUHP.(Omi/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *