POSKOTA.CO – Polisi menemukan catatan NF (15), remaja tersangka pembunuhan bocah 6 tahun ingin melenyapkan jiwa ayahnya juga.
Hal itu terungkap saat petugas mendatangi tempat perkara di rumahnya, dan menemukan beberapa kertas yang ditulis tersangka.
Wakapolres Jakarta Pusat AKBP Susatyo mengatakan, sejumlah barang milik NF, disita kepolisian, di antaranya papan tulis dan buku catatan yang selama ini dijadikan tempat curhatan tersangka.
“Total ada 13 lembar kertas yang digambar oleh pelaku dan kini menjadi barang bukti kepolisian,” ujar Wakapolres.
NF menuliskan pesan bernada kebencian untuk sang ayah di sebuah buku.
“Tomorrow I will try to laugh see my dad is death gone forever (Besok aku akan mencoba tertawa melihat ayahku mati selamanya)”.
Kalimat tersebut disertakan dengan gambar seorang perempuan.
Tak hanya satu kalimat itu, ada lagi yang lain, menunjukkan betapa NF ingin ayahnya mati. “Please dad… don’t make me mad, if you not want death. I will make you go to grave.” (Tolong ayah… jangan membuatku marah, jika kamu tidak ingin mati. Aku akan membuatmu pergi ke kubur).
“My dad is my crush, I want to leave my dad or my dad is death.” (Ayah menghancurkan saya. Saya ingin meninggalkan ayah atau ayah yang meninggal).
Kalimat-kalimat lainnya yang ditulis dipapan berbunyi:
Tidak benci, hanya saja aku tenggelam emosi.
Selain itu, I’ll learn to change my life, but I need more time. (Aku akan belajar mengubah hidupku, tapi aku butuh banyak waktu).
I will always love you. Who? Unknown. (Aku akan selalu menyayangimu. Siapa? Tak tahu).
I’m the teen that couldn’t control of emotional. (Aku anak muda yang tak dapat mengontrol emosi).
Jalan Kelapa Tinggi, Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, DKI Jakarta, 13120.
Dalam coretan NF, ada juga gambar sesosok tokoh fiksi di internet yang dikenal sebagai Slender Man.
Tokoh Slender Man dikenal sebagai tokoh yang kerap menculik dan menyiksa anak-anak kecil.
Ditemukan juga gambar-gambar perempuan menangis. Juga berbagai gambar-gambar kesedihan, kelihatan mata saja dan sebagainya.
Sebelumnya publik digegerkan oleh sikap NF, remaja pelajar SMP ini menyerahkan dirinya ke polisi, setelah ia membunuh tetangganya, seorang bocah yang masih berusia 6 tahun di rumahnya di Karang Anyar Sawah Besar.
Satu hal yang membuat publik bergidik adalah bagaimana NF menerangkan kepada polisi saat diperiksa dirinya sangat puas setelah membunuh.
Kalimat ‘saya puas’ selalu keluar dari bibir NF ketika ditanya hal yang sama bagaimana perasaan kami setelah membunuh anak kecil.
Berulang kali, NF secara tenang menjawab demikian. “Saya puas’.” (r)







Komentar