oleh

Polisi Ringkus Perampas Ponsel Penyandang Disibilitas yang Viral di Medsos

POSKOTA.CO – Satu dari empat pelaku perampas telepon seluler (ponsel) milik seorang penyandang disabilitas dibekuk Satuan Reskrim Polsek Jonggol dan Resmob Polres Bogor.

Tim Gabungan Polres Bogor dan Polsek Jonggol menangkap MR, pelaku perampasan Handphone di Cipayung, Jakarta Timur.

Sementara N, B dan AA tiga pelaku lain, kini masih buron dan masuk dalam DPO (daftar pencarian orang) oleh polisi.

Kapolres Bogor AKBP Harun dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (13/4/2021), di Mapolres Bogor, mengatakan, kejadian yang dialami Teddy Syah (24), korban seorang penyandang disabilitas yang viral di media sosial berlangsung pada hari Jumat (19/3/2021) lalu, sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.

Korban saat itu, sedang duduk di depan warung sambil memainkan ponsel. Tiba-tiba ia didatangi oleh empat orang tidak dikenal menggunakan sepeda motor.

Mereka langsung mengancam korban menggunakan celurit dan langsung melakukan perampasan terhadap dua ponsel korban.

Polisi melakukan penyelidikan setelah adanya laporan dari Rohanah (68) ibu korban. Setelah mendapat keterangan dari warga Kampung Menan, RT 02/02 Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor dan dua saksi lain, polisi melakukan pengejaran.

Dari penyelidikan yang dilakukan Polres Bogor dan Polsek Jonggol, diperoleh informasi bahwa salah satu ponsel Oppo tipe A5S berwarna hitam milik korban berada di sebuah konter ponsel milik Ragil di wilayah Cipayung, Jakarta Timur.

Polisi lalu bergerak ke Cipayung. Dari sini, polisi mendapat informasi, jika Ragil membeli ponsel tersebut dari dua orang laki-laki yang tidak ia kenal dengan mengendarai sepedah motor.

Ragil yang diinterogasi polisi lalu menyatakan, jika saat pembayaran ponsel, ia mentransfer ke sebuah rekening. Pengembangan atas informasi ini, tim gabungan Polres Bogor dan Polsek Jonggol berhasil mengamankan tersangka MR di rumahnya di Cipayung, Jakarta Timur.

“Jadi keterangan pemilik konter ponsel dan rekaman cctv yang diperlihatkan polisi, ia mengaku mengenal yang menjual ponsel ke konternya. Mereka B dan AA yang kerap nongkrong di dekat tempat jualannya,” kata AKBP Harun.

Setelah penangkapan MR, polisi lalu mengamankan berikut barang bukti berupa 1 ponsel merek Oppo A5S, 1 sepeda motor Honda Beat nopol B 3058 TZG yang digunakan pelaku dalam melancarkan aksinya, 2 buah boks ponsel, dan 1 buah helm warna hitam.

MR kepada polisi mengaku, dalam melakukan aksinya ia bersama N, B dan AA selalu berkelompok dengan menyasar tempat-tempat sepi. Tersangka juga mengaku, sudah melakukan aksinya sebanyak empat kali di dua TKP berbeda, yaitu tiga di daerah Gunung Putri dan satu lagi di daerah Jonggol.

“Bahkan komplotan MR ini juga telah melakukan tindakan serupa yang sempat viral di tahun 2019, yaitu perampasan yang dilakukan di sebuah rumah makan di daerah Gunung Putri. Ini pengakuan tersangka. Untuk aksi terakhir dengan korban seorang disabilitas, tersangka MR dapat bagian Rp375 ribu,” kata AKBP Harun.

Untuk tersangka yang sudah diamankan, polisi menjeratnya dengan Pasal 363 KUHP yaitu dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara, dan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara jo Pasal 368 KUHP. (yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *