oleh

Penyidik Polresta Bandara Soetta Ringkus Kelompok Penipu Modus Tukar Kartu ATM

JAKARTA – Sindikat penipuan dengan mudus tukar kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) ditangkap penyidik Satreskrim Polresta Bandara Soekarno Hatta (Soetta). Masyarakat pengguna jasa penerbangan untuk senantiasa waspada terhadap orang yang baru dikenal.

Jika lengah dan gampang terpedaya bisa menjadi korban penipuan seperti yang dialami salah satu pengusaha asal Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) bernama Dedy Ismawan.
Korban harus kehilangan uang Rp168 juta tergoda dengan bujuk rayu kelompok penipuan modus tukar kartu ATM.

Wakapolresta Bandara Soetta AKBP Ronald Sipayung mengatakan, penipuan dengan modus tukar kartu ATM itu dilakukan komplotan IA (29), SS (31) dan S (47).

Awalnya korban, lanjut Ronald, IA ini mengaku seolah-olah warga negara Brunei Darussalam yang menanyakan lokasi Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. “Pelaku berpura-pura bisnis telepon selular,” kata Ronald, dalam siaran pers yang didapat POSKOTAONLINE.COM, Sabtu (8/6/2024).

Setelah ada interaksi antara korban dengan tersangka IA, datanglah tersangka kedua SS yang mengaku seolah-olah sebagai sopir pribadi S.

Sementara itu, Kasat Reskrim Kompol Reza Fahlevic menambahkan, pengungkapan kasus itu berdasarkan laporan polisi pada bulan Oktober 2023. Kejadian yang menimpa korban berawal Kamis (26/10/2023), korban Dedy Ismawan menginap di salah satu hotel di Bandara Soetta untuk menunggu penerbangan keesokan harinya.

Setelah istirahat, korban keluar hotel untuk makan malam di kafe. Namun saat hendak menuju kafe, Dedy bertemu dengan IA di area pintu parkir depan hotel. Selanjutnya IA mengajak korban mengobrol dan menawarkan ajakan bisnis jual beli handphone. Tersangka pada waktu itu mengajak korban ke Terminal 3 Bandara Soetta bersama dengan temannya.

Kemudian datang lagi tersangka S yang berpura-pura menjadi pembeli handphone. Tersangka mengajak korban ke Terminal 3 Bandara Soetta bersama dengan temannya. “Dengan alasan untuk melaporkan keberadaan dirinya kepada bosnya. Itu modus saja untuk menggiring korban ke area Terminal 3,” kata Kompol Reza.

Tipu muslihat mulai dilakukan tersangka IA dengan mengajak korban agar lebih terbuka dalam berbisnis handphone. “Tersangka ini menunjukan sejumlah kartu ATM berikut isi saldo kepada korban, sebagai dalih,” ujar Reza.

Kemudian korban digiring ke Terminal 3 dengan menaiki kendaraan yang disopiri S. Reza menyebut, awalnya korban tidak mau, namun atas bujuk rayu, korban menunjukan kartu ATM dan memperlihatkan saldo di layar mesin ATM. “Dalam percakapan dan pengecekan kartu ATM tanpa disadari kartu ATM milik Dedy telah ditukar oleh pelaku,” tambah Kompol Reza.

Begitu aksi kejahatan telah dilancarkan, ketiga tersangka mengantar korbannya kembali ke depan hotel. Korban baru menyadari setelah turun dari kendaraan dan mengecek saldo rekening BRI dan BCA, sudah berkurang Rp168.387.000.

Selanjutnya, dengan diantar tukang ojek online, korban Dedy Ismawan melaporkan peristiwa penipuan itu ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya, 1 bendel print out rekening koran Bank BCA, 1 bendel print out rekening koran Bank BRI, screen shoot bukti transfer dari Bank BRI. “Satu buah kartu ATM Bank BCA, 1 buah kartu ATM Bank Mandiri, 1 kartu ATM BRI dan dua unit handphone,” terang Reza. (*/omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *