oleh

Pengeroyok Bocah saat Tawuran Diamankan Polisi

POSKOTA.CO –Satu dari dua pelaku pengeroyok yang menyebabkan tewasnya seorang bocah di Jalan Perjuangan, Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara pada Senin (24/11/2020) pukul 00.30 WIB diamankan petugas.

Tersangka yang juga masih di bawah umur, berhasil diamankan setelah dua hari dikejar petugas sedangkan satu orang lainnya  masih dalam pengintaian pihak kepolisian.

Kapolres Jakarta Utara, Kombes Sudjarwoko, di Mapolsek Koja mengakui pihaknya menangkap satu dari dua pelaku pengroyokan yang menewaskan anak dibawah umur. Menurutnya, saat ini tersangka, yang juga masih dibawah umur masih menjalani pemeriksaan sedangkan satu orang lainnya masih dalam pengejaran.

“Ia, satu dari dua pelaku keributan yang mengakibatkan satu orang korban meninggal dunia masih menjalani pemeriksaan. Sedangkan satu lainya masih dalam pengejaran,”terang Sudjarwoko, Kamis (26/11/2020).

Menurutnya, peristiwa keributan ini berawal dari saling ejek di media sosial Instagram antara kelompok genk korban (genk STAME) dengan kelompok tersangka (genk RTB). Setelah saling ejek kemudian antar kelompok Genk membuat janji untuk melakukan tawuran.

Akhirnya kedua kelompok itu sepakat dan terjadilah tawuran di Jalan Perjuangan, Tugu Selatan. Saat di lokasi korban hanya datang bersama dengan 2 orang temannya, sedangkan kelompok tersangka ternyata lebih banyak sekitar 10 orang.

“Melihat teman-teman korban kalah jumlah, korban dan temannya melarikan diri. Oleh tersangka langsung melempar kaki korban menggunakan balok kayu hingga korban jatuh dengan posisi tertelungkup. Saat korban terjatuh langsung membacok punggung korban dengan celurit,”katanya.

Atas peristiwa itu warga melaporkan kasus tersebut ke Polsek Koja, Jakarta Utara. Tidak memakan waktu lama Polisi berhasil menangkap pelaku di kediamannya, Sedangkan tersangka satu lagi masih dalam pengejaran.

“Dari tangannya disita barang bukti berupa celurit, balok kayu yang digunakan pelaku untuk menghabisi korban dan celana jeans berwarna biru. Sedangkan korban maupun pelaku masih di bawah umur sehingga Polisi mengenakan Undang-undang Perlindungan Anak terhadap kedua tersangka,”terang Sudjarwoko. (wandhy/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *