JAKARTA – Sebanyak 2.241 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari pelbagai kementerian dan lembaga negara secara resmi ditetapkan sebagai anggota Komponen Cadangan (Komcad) Pertahanan Negara Gelombang II Tahun Anggaran 2026.
Penetapan ini menandai tuntasnya penggemblengan fisik, mental, dan wawasan kebangsaan para abdi negara demi memperkuat Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).
Upacara pengukuhan dan defile penutupan Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) berlangsung khidmat di Taxiway Echo, Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Selasa (29/9/2026).
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan penutupan Latsarmil secara resmi tepat pada pukul 08.13 WIB, disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin beserta jajaran petinggi kementerian/lembaga dan Mabes TNI.
Birokrat Berjiwa Patriot
Dalam laporan resminya, Komandan Upacara Letjen TNI Gabriel Lema memaparkan rincian komposisi peserta Komcad ASN Gelombang II TA 2026 yang berhasil menyelesaikan masa penggemblengan. Dari total 2.241 personel yang dikukuhkan, sebanyak 1.480 orang merupakan peserta pria dan 761 orang peserta wanita.
Pengangkatan dan sumpah penetapan sebagai anggota Komponen Cadangan ini dilaksanakan pada Senin (28/9/2026), yang kemudian dirangkaikan dengan penutupan Latsarmil serta peragaan defile ketangkasan pada hari ini
”Pelatihan dasar kemiliteran Komponen Cadangan Aparatur Sipil Negara Kementerian dan Lembaga Gelombang II Tahun Anggaran 2026 secara resmi dinyatakan ditutup,” tegas Mendagri Tito Karnavian, saat memimpin prosesi penutupan, Selasa (29/9/2026).
Pengganda Kekuatan Pertahanan
Pengemblengan ASN menjadi kekuatan cadangan pertahanan merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pertahanan RI di bawah arahan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema. Program ini bertujuan mencetak birokrat berjiwa kedisiplinan tinggi yang siap menjadi multiplier (pengganda kekuatan) bagi Komponen Utama (TNI) dalam situasi darurat maupun krisis.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan, keikutsertaan para ASN dalam Latsarmil tidak mengubah status mereka menjadi militer murni. Pengetahuan dasar kemiliteran dan kepemimpinan yang diperoleh diproyeksikan untuk membentuk karakter kerja yang tangguh, profesional, serta berintegritas di instansi masing-masing.
Usai pengukuhan ini, para ASN Komcad akan kembali menjalankan tugas pelayanan publik di kementerian/lembaga asal. Namun, mereka berada dalam posisi siap sedia apabila sewaktu-waktu dimobilisasi negara berdasarkan ketentuan undang-undang. (*/aga)







Komentar