oleh

Pengamat Hukum Sambut Baik Aplikasi Pengaduan Masyarakat terhadap Pengawasan Kinerja Polri

POSKOTA.CO –  Aplikasi Pengaduan Masyarakat (Dumas) Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) baru saja diluncurkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Tentunya dengan diresmikannya aplikasi ini banyak direspon positif masyarakat terutama bagi pencari keadilan.

Pengamat hukum Alexius Tantrajaya,SH, MH, menyambut baik peresmian aplikasi tersebut. Sebab selain sebagai sarana pengaduan masyarakat, hal ini juga merupakan salah satu bentuk pengawasan terhadap kinerja polisi di lapangan.

“Upaya Kapolri dalam peluncuran Aplikasi ‘Dumas Presisi’ diharapkan dapat menjadi signal dan perintah bagi jajaran Kepolisian Republik Indonesia untuk tidak bermain dalam penegakan hukum dalam suatu perkara yang dilaporkan oleh masyarakat,” ucap advokat ibukota ini.

Sebagaimana yang disampaikan Kapolri, Alexius menyatakan bahwa keberadaan aplikasi ini memang harus benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat mengingat aplikasi tersebut bertujuan untuk mewujudkan transparansi dan penanganan keluhan bagi masyarakat secara luas.

Apalagi, katanya, dalam acara peluncuran aplikasi ‘Dumas Presisi’ tersebut Kapolri menyebutkan aplikasi ini  merupakan wujud handling complain dan transparansi Polri dalam membentuk sistem pengawasan oleh masyarakat dengan cepat, mudah serta terukur.

Selain itu Kapolri juga minta agar jajaran Itwasum Polri untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana berbagi informasi dan merumuskan cara bertindak dalam menangani berbagai permasalahan tugas di lapangan.

“Serap setiap informasi yang disampaikan para narasumber sebagai upaya memperkaya wawasan dan menyempurnakan strategi, teknis serta cara bertindak di lapangan,” pinta Kapolri.

Selain itu jajaran Polri juga diminta untuk mengelola dan menemukan solusi terbaik dalam menangani pengaduan masyarakat serta menerima masukan dari pengamat dan pengawas eksternal Polri.

“Lakukan evaluasi tugas-tugas di bidang pengawasan dan pemeriksaan, baik hal tersebut yang dilaksanakan secara rutin maupun khusus,” ucapnya.

Mantan Kapolda Banten ini juga menyampaikan kalau kegiatan tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan pemikiran yang out of the box dalam rangka mengantisipasi kemungkinan adanya penyimpangan yang dilakukan anggota dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya.

Menurut Alexius apa yang diminta dan disampaikan ini, jelas kalau tujuan Kapolri sangatlah ingin mengembalikan citra Polri yang selama ini telah tercoreng oleh ulah oknum Polri yang telah menodai terhadap sumpah jabatannya sebagai insan Tri Brata.

“Oleh karena itu saya melihat komitmen dan niat baik Kapolri ini harus dapat diwujudkan oleh Itwasum Polri dan Propam Polri serta jajaran Polri untuk bisa mewujudkan maksud dari diluncurkannya aplikasi tersebut,” ucap anggota Ikadin (Ikatan Advokat Indonesia) DPC Jakarta Barat ini.

Yang pasti, tambahnya, diharapkan aplikasi ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sebab dengan aplikasi tersebut juga dapat dijadikan alat kontrol hak-hak hukum masyarakat yang nota bene sebagai warga negara Indonesia bisa terlindungi.

“Dengan demikian, tentunya apa yang dicita-citakan pendiri repulik ini bahwa negara kita adalah negara hukum, bisa tetap dipertahankan,” pungkasnya. (bw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *