oleh

Pelaku Pengeroyokan Petugas Bea dan Cukai Batam Ditangkap

POSKOTA.CO – Operasi rokok ilegal yang dilakukan petugas Bea dan Cukai ternyata berbuah pengeroyokan, pasalnya pemilik rokok ilegal disinyalir mengirim massa untuk menganiaya petugas.

“Saat itu (31/8/2021-red), petugas Bea dan Cukai Batam melakukan operasi penangkapan rokok ilegal di Perumahan Vila Hang Lekir, Kecamatan Batam Kota, diamankan 139 dus barang berisi rokok ilegal. Ketika barang hendak dibawa, tiba-tiba datang massa tak dikenal sekira belasan orang menyerang petugas dan merampas barang bukti yang sudah diamankan, ” kata Kepala Seksi Imformasi dan Pelayanan Bea Dan Cukai Batam Undani, kepada POSKOTA.CO, Selasa (7/9/2021).

Masih menurut Undani, massa yang datang itu langsung mengeroyok petugas hingga terluka. Ada dua petugas Bea dan Cukai Batam yang terluka di bagian kepala dan leher akibat penyerangan itu.

“Melihat kondisi yang sudah tidak kondusif, kita mengalah membiarkan barang sitaan kita mereka ambil, dan kita mundur demi keselamatan. Selanjutnya kita periksakan anggota yang luka ke rumah sakit, kemudian kita melapor ke Polresta Barelang,” tutup Undani.

Gayung bersambut, dengan adanya laporan polisi, Unit Jatanras Polda Kepri dan Jatanras Polresta Barelang gerak cepat mencari pelaku pengeroyokan petugas Bea dan Cukai Batam.

Polisi berhasil mengamankan pelaku berinisial T (32) salah pelaku pengeroyokan di kecamatan wilayah Punggur pada Jumat (3/9/2021).

Kapolresta Barelang Kombespol Yos Guntur membenarkan adanya penangkapan pelaku pengeroyokan petugas Bea dan Cukai Batam.

Dari pantauan POSKOTA.CO, banyaknya pelabuhan tidak resmi (biasa disebut pelabuhan tikus-red) di wilayah Batam, memang sangat menguntungkan bagi para penyelundup untuk melakukan aksinya.

Perlawanan dilakukan penyelundup, bukan kali ini saja dialami petugas Bea dan Cukai Batam ketika melakulan operasi penegakan di perairan Batam Kepulauan Riau.

Wajar masyarakat Batam berpendapat, penyelundup memiliki kekuatan yang perlu dipertimbangkan oleh petugas saat operasi penegakan. “Hanya sinergi lintas kewenangan yang kuat akan mampu meredam aksi penyelundup,” kata Sihombing dari masyarakat peduli Batam. (ferry)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *