oleh

Kenalan lewat Medsos, Wanita Kaya Raya Ditipu Pria Nigeria Rp15,8 Miliar

POSKOTA.CO – Berkenalan dan memacari korban lewat media sosial Facebook, kawanan penipu berhasil memperdaya seorang wanita kaya raya berinisial DD. Meski belum pernah bertemu langsung, namun DD sangat percaya dengan pacar di medsosnya warga Negeria berinisial F.

Dalam perkenalan awal, F mengaku sebagai warga negara Inggris dan memiliki usaha di sana. Dia membutuhkan dana tambahan dan menjanjikan keuntungan cukup menggiurkan.

Percaya dengan rayuan F akhirnya mengucurkan dana investasi mencapai Rp15,8 miliar. Setelah ditunggu sekian lama, apa yang dijanjikan kekasih di medsosnya tidak kunjung hasil sehingga kasusnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Pelaku berjumlah enam orang, di mana dua orang adalah pria warga negara asal Nigeria yakni AF dan F. Empat pelaku lainnya, yakni HIT, BHT, R dan seorang perempuan WH warga Indonesia.

Lima pelaku berhasil dibekuk petugas Polda Metro Jaya pada September 2020 lalu. Sementara seorang pelaku yang merupakan otak pelaku, yakni F berhasil kabur ke negara asalnya di Nigeria sebelum ditangkap petugas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, otak kawanan ini adalah F yang kini buron.

“Modus kawanan ini, F berkenalan dengan soerang wanita lewat medsos yakni Facebook. Kemudian dia pacari melalui medsos,” kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jumat (27/11/2020).

Pelaku berkenalan dan memacari korban lewat medsos sejak awal 2020. Saat beraksi kata Yusri, F berada di Indonesia.

“Pelaku mengaku sebagai warga negara asal Inggris dan berada di Eropa,” ujar Yusri.

Pelaku katanya mengaku sebagai Colbert Davis yang berasal dari negara Inggris. Selanjutnya perkenalan tersebut berlanjut melalui komunikasi whatsApp hingga pada akhirnya korban dengan pelaku berpacaran melalui media sosial tanpa adanya pertemuan secara langsung.

Tersangka F sering memberi perhatian dan kasih sayang. Setelah itu pelaku menjelaskan bahwa ayah pelaku telah meninggal dunia akibat sakit. Tersangka F meminta bantuan korban mengirimkan uang dengan alasan untuk mengurus klaim asuransi orang tua pelaku dan beberapa proye perusahaan milik ayah pelaku.

Merasa yakin dan percaya, selanjutnya korban mentransfer sejumlah uang ke beberapa rekening yang diminta oleh pelaku, yakni ke rekening milik tersangka HIT dan tersangka BHT, rekan pelaku F.

“Dalam kurun waktu bulan Mei, Juni sampai Juli, korban mengirim uang hingga Rp15,8 Miliar,” kata Yusri.

Setelah uang diterima pelaku, kata Yusri, pelaku sulit untuk dihubungi dan semua kontak nomor telepon korban diblokir.

“Atas kejadian tersebut korban merasa dirugikan dan menuntut, selanjutnya membuat laporan ke polisi,” titur Yusri. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *