POSKOTA.CO – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan, selama pandemi Covid-19, terjadi peningkatan kasus kriminal, terutama perompakan mini market.
Himpitan masalah keuangan dan maraknya PHK diduga salah satu penyebab lahirnya tindakan kriminal yang belakangan cukup tinggi dibanding sebelumnya.
Selama masa pandemi Corona yang sudah berjalan lebih dari bulan ini, Yusri mengungkapkan sudah terjadi 21 perampokan di sejumlah di wilayah Polda Metro Jaya. Dari jumlah tersebut, 19 berhasil diungkap, sementara 2 kasus lainnya sedang di kejar.
Yusri mengatakan hingga kini, dua kasus itu masih dilidik oleh pihaknya. Rekaman CCTV dan keterangan saksi masih dilakukan demi menelusuri dua kasus itu.
“Tiga bulan terakhir kejahatan curas, curat, hingga curanmor alami lonjakan cukup tajam,” cerita Yusri.
Karena itu, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana meminta anggotanya bekerja ekstra keras.

Yusri menyinggung sebelumnya, dua anggota rampok minimarket, berinisial RH (26), dan MS (28) terpaksa ditembak karena melawan petugas yang sebelumnya sempat memberikan tembakan peringatan ke atas namun tidak diindahkan para penjahat.
Selain menembak mati keduanya, polisi juga melumpuhkan dua pelaku lainnya, SG (31), dan ZD (25) dengan menghadiahkan timah panas yang menembus kaki kirinya.
Sementara satu lainnya, AH (25), memilih menyerah. Dan satu lainnya masih diburu polisi.
Selain pada kasus perampokan minimarket, polisi juga menyebut kasus jambret juga menjadi cukup tinggi selama PSBB.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana telah meminta Satuan Khusus (Satgasus) dibentuk. Selama itu pula satgasus telah berhasil mengungkap sejumlah kasus mulai dari curanmor.
“Kapolda juga telah meminta Polres bila tak sanggup untuk di back up Polda,” ujar Yusri. (r)







Komentar