oleh

Anak Biadab Cabuli Ibu Kandung, Hakim: Seharusnya Korban Dilindungi

POSKOTA. CO – Manusia yang satu ini wajar disebut debagai anak biadab dan tidak bermoral. Mengapa begitu? Pasalnya lelaki paruh baya ini tega-teganya mencabuli ibu kandungnya sendiri yang sedang sakit.

Adalah Sanuri. Lelaki berusia 51 tahun warga Jalan Rawa Bebek RT 0015/ RW 011, Penjaringan Jakarta Utara ini akhirnya dibui empat tahun atas perbuatan bejatnya terhadap ibu kandungnya Ny. BS yang sudah uzhur itu.

“Korban sudah renta tak berdaya ini adalah ibu kandung sendiri yang seharusnya disayangi, diurus dan dilindungi, bukan malah diperlakukan tidak senonoh,” ucap Ketua Majelis Hakim Agung Pumbantoro dalam mencatat hal yang memberatkan.

Dalam putusannya pada persidangan secara virtual di Pengadilan Negri Jakarta Utara, Rabu (30/3/2021), majelis hakim menyatakan, terdakwa terbukti melakukan pencabulan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 289 KUHP. “Perbuatan terdakwa telah merusak kehormatan orang lain,” tambah majelis.

Sebagaimana dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mirna yang menuntut lima tahun penjara ini, majelis hakim menyebutkan perbuatan itu dilakukan pada 22 September 2020 sekitar jam 20.00 WIB.

“Ketika itu terdakwa baru pulang kerja. Setelah mengunci pintu rumah, melihat ibunya tak bisa tidur karena sakit, tak enak badan sambil menonton televisi,” ucap majelis sambil menyebutkan entah setan apa yang merasuki pikirannya saat itu, terdakwa langsung mencabuli ibu kandungnya dengan terlebih dahulu membuat gairah dirinya sendiri.

Korban terkejut dan spontan berteriak minta tolong. Dengan berteriak sang ibu memarahi anaknya dengan ucapan kotor. “Jangan, jangan…! Anak durhaka kamu. Ini ibu kandungmu sendiri,” teriaknya dengan nada tinggi sambil mendorong dan menendang terdakwa agar menghentikan perbuatannya.

“Meski korban meronta, namun terdakwa tetap saja melakukan perbuatan itu,” tambah hakim. Disaat itu itulah, Ari tetangganya, yang mendengar korban minta tolong, langsung mendobrak pintu kamar,” kata ketua majelis seraya menyebutkan terdakwa lalu diamankan ke kantor polisi.

Dalam sidang sebelumnya Ari saat memberi kesaksian menyebutkan kalau hubungan korban yang sudah berusia 79 tahun dan terdakwa ini adalah ibu dan anak kandung. Begitu juga terdakwa mengakui kalau korban merupakan ibu kandungnya sendiri. (ferry/bw)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *