oleh

Ajakan Rujuk Ditolak, Anca Mayor: Jangan karena Jabatanmu, Aparat Hukum Kerja Paksa

POSKOTA.CO – Kepolisian Resor Sinjai melayangkan undangan ‘rujuk’ kepada Andi Darmawansyah selaku pihak terlapor pencemaran nama baik Bupati Sinjai Andi Seto Ghadista Asapa, Kamis (25/3/2021).

Undangan yang tertanggal 23 Maret 2021 bernomor B/98/III/2021/Reskrim itu, berisikan satu bulir rujukan.

Dari surat undangan yang diperlihatkan Anca Mayor, sapaan karib Andi Darmawansyah, tertulis rujukan.

(a) Undang-Undang RI No 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia No 12 Tahun 2009.

(b) Laporan Polisi Nomor: LP/27/II/2021/SPKT/RES Sinjai, tanggal 22 Februari 2021.

(c) Surat perintah penyelidikan Nomor: SP.Lidik/99/II/2021/Reskrim, tanggal 23 Februari 2021.

(d) Surat edaran Kapolri Nomor: SE/2/II/2021, tanggal 19 Februari 2021 tentang kesadaran budaya beretika untuk wujudkan ruang Digital Indonesia yang bersih, sehat dan produktif.

Berkenan dengan rujukan di atas, dalam perkara ini penyidik berprinsip bahwa hukum pidana merupakan upaya terakhir dalam penegakan hukum (ultimatum remidium) dan mengedepankan ‘restorative justice’ dalam penyelesaian perkara, sehingga penyidik akan melibatkan korban/pelapor, terlapor serta pihak-pihak terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, sehingga kami mengharapkan kesediaan saudaral meluangkan waktunya untuk hadir memenuhi undangan pada Kamis (25/3/2021) pukul 10.00 Wita di Kantor Polres Sinjai Jalan Bhayangkara No 9 Satreskrim, ruang unit III.

Menanggapi surat undangan yang ditandatangani Kasat Reskrim Polres Sinjai Abustam SH, MH itu, Ancha Mayor mengatakan, dirinya sangat berterimah kasih kepada pihak Polres Sinjai untuk melakukan mediasi.

Namun, menurutnya, kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan Bupati Andi Seto dan mantan Kadis Kesehatan Sinjai dr Dedet harus rampung di meja hijau.

“Saya berterimah kasih dengan upaya-upaya polres untuk mediasi, namun alangkah baiknya, jikalau si pelapor sendiri yang turun tangan, jangan karena ada jabatan lalu aparat hukum yang kerja paksa untuk memediasi, intinya saya sudah mengucapkan kalimat sakral dalam agama saya, jadi tidak ada alasan perkara ini untuk dihentikan, harus sampai inkrah,” jelasnya.

Sementara, Kasat Reskrim Sinjai yang hendak dikonfirmasi, tidak ditemui di ruangannya. Menurut Plh Kasat Reskrim Sinjai Ipda Yantar, Kasat Reskrim Sinjai Abustam lagi sibuk.

“Lagi sibuk sepertinya Pak Kasat, karena mau ada kegiatan sebentar, masuk saja di penyidiknya pak,” ungkapnya.

Melalui WhatsApp, Bripka Risal yang dikonfirmasi terkait koordinasi pihak Polres dan pelapor irit komentar, menurut penyidik pembantu itu kasus Anca Mayor vs Bupati Sinjai itu, di dalam isi surat sudah jelas rujukannya. “Mungkin sudah jelas rujukannya Pak di dalam surat nomor,” tulisnya.

Sebelumnya, sikap antikritik diperlihatkan Bupati Sinjai Andi Seto Ghadista Asapa. Antikritik itu diperlihatkan sang pemimpin dengan melaporkan warganya ke pihak kepolisian.

Laporan yang dilakukan itu pun menuai sorotan dan banyak diperbincangkan masyarakat Sinjai. Laporan itu ditujukan kepada warga kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, Andi Darmawansyah.

Kasubag Humas Polres Sinjai AKP Fatahuddin yang dikonfirmasi beberpa waktu lalu membenarkan adanya laporan Andi Seto Ghadista Asapa terhadap Andi Darmawansyah yang diduga telah melakukan pencemaran nama baik dengan melakukan kritik melalui media sosial (medsos) Facebook.

“Iya betul pak, ada laporan masuk Pak Bupati dan telah diterima oleh pihak Polres Sinjai dengan Laporan Polisi Nomor LP/27/II/2021/SPKT/POLRES SINJAI tanggal 22 Februari 2021, namun masih dalam proses penyelidikan yang mendalam, karena perlu kehati-hatian dalam menerapkan kasus UU ITE sesuai arahan dan petunjuk dari Bapak Kapolri,” tulisnya melalui pesan WhatsAppnya. (jumardi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *