oleh

Kunjungi Pabrik, Akademisi University of Nottingham Ningbo Prof. Joseph: Industri Herbal China Perlu Belajar ke Sido Muncul

SEMARANG – Fasilitas yang dimiliki pabrik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk mendapat acungan jempol dari Professor Joseph Jie Yu. Dalam perbincangan dengan Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Dr (HC) Irwan Hidayat, akademisi dari University of Nottingham Ningbo China tersebut mengaku terkesan dengan sistem produksi jamu dan obat herbal yang diterapkan di pabrik Sido Muncul di Bergas, Kabupaten Semarang.

Ia menyebut fasilitas produksi Sido Muncul sebaai model modernisasi industri obat tradisional dunia. “Pabrik ini luar biasa dan sangat modern. Industri herbal tradisional China perlu belajar dari Sido Muncul,” ujar Profesor Joseph usai berkeliling pabrik, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, Sido Muncul berhasil memadukan kearifan pengobatan herbal dengan teknologi modern yang memiliki standar tinggi. Dan inilah kunci penting masa depan pengobatan tradisional.

Sepulang dari Indonesia, Profesor Joseph berencana mempromosikan Sido Muncul kepada pelaku industri obat tradisional di China. Bahkan ia berencana mengajak lebih banyak akademisi dan pelaku industri untuk datang langsung ke Sido Muncul.

Profesor Joseph Jie Yu

“Saya akan kembali ke China dan mendorong mereka datang ke sini. Ini model yang tepat untuk pengembangan industri pengobatan tradisional,” lanjut Profesor Joseph.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih  kepada manajemen Sido Muncul atas kesempatan kunjungan dan melihat langsung pabrik Sido Muncul. Karena dengan demikian ia bisa melihat bagaimana obat herbal dan tradisional bisa diproduksi dengan cara yang sangat modern.

Kunjungan ini, bagi Profesor Joseph, memberinya pengalaman berharga dan membuka perspektif baru bagi pengembangan obat tradisional global.

Irwan Hidayat menyambut positif apresiasi tersebut dan menegaskan komitmen Sido Muncul untuk terus mengembangkan industri jamu modern yang mampu bersaing di tingkat internasional, sekaligus menjadi rujukan pengobatan tradisional dunia. (in)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *