oleh

Jembatan Gantung Bumi Arum Kembali Aman Dilintasi Berkat Gotong Royong Warga dan Polres Pringsewu

PRINGSEWU-Jembatan Gantung Pekon Bumi Arum, Kecamatan Pringsewu, Lampung, kini kembali aman dilintasi warga setelah diperbaiki secara gotong royong dalam waktu hanya dua hari.

Perbaikan dilakukan setelah Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra meninjau langsung kondisi jembatan sekaligus mendengar keluhan masyarakat. Jembatan sepanjang sekitar 55 meter itu menjadi akses penting yang menghubungkan Kecamatan Pringsewu dengan Kecamatan Sukoharjo.

Sejumlah bagian jembatan yang mengalami kerusakan diperbaiki, termasuk kayu penopang yang lapuk dan material besi yang rusak. Kayu baru dipasang dengan ukuran lebih tebal, sementara bagian besi diperkuat melalui pengelasan dan pemasangan plat penjepit.

Selain perbaikan konstruksi, sejumlah bagian jembatan juga dicat dan area sekitarnya dibersihkan sehingga terlihat lebih rapi dan nyaman digunakan.

Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran polisi di tengah masyarakat.

“Renovasi ini merupakan bentuk nyata polisi hadir di tengah masyarakat. Jembatan ini merupakan akses utama masyarakat dari beberapa pekon yang menghubungkan Kecamatan Pringsewu dan Sukoharjo,” kata AKBP Dadi, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, jembatan tersebut sangat penting bagi aktivitas warga, mulai dari anak sekolah, kegiatan pertanian hingga perdagangan. Jika jembatan tidak dapat digunakan, warga harus memutar sekitar 15 hingga 16 kilometer dengan tambahan waktu perjalanan hingga 30 menit.

Setiap hari, jembatan tersebut dilintasi lebih dari 250 kendaraan roda dua serta ratusan pejalan kaki.

“Dengan adanya fasilitas ini tentu sangat menghemat waktu masyarakat,” ujarnya.

Salah seorang warga, Roni dari Pekon Sinar Baru Timur, mengaku lega setelah jembatan selesai diperbaiki.

“Sekarang kami lebih lega. Sebelumnya kalau lewat memang merasa takut karena ada bagian yang rusak. Setelah diperbaiki seperti ini, mudah-mudahan lebih aman,” ungkapnya.

Setelah seluruh perbaikan selesai, jembatan kembali digunakan masyarakat dengan harapan fasilitas tersebut dapat dijaga dan dirawat bersama.

Perbaikan ini menjadi bukti bahwa kerja sama antara aparat dan masyarakat melalui gotong royong dapat mempercepat penanganan fasilitas yang menjadi kebutuhan penting warga.(Agung)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *