oleh

Lega Sudah Vaksin, Terima Kasih Semuanya

POSKOTA.CO-Langkah perlahan Markus (60) dengan bantuan dua tongkat besi berwarna putih terjepit dikanan kiri tubuh kurusnya. Tepat dibelakang Markus, ada istri, Ibu Gisela Ponian (60) mengawal.

“Lega rasanya. Plong ! Jadi sudah lebih tenang karena satu keluarga Saya sudah vaksin semua. Tidak mengapa repot sedikit buat kemari, yang penting Saya sudah vaksin. Saya sudah begini kondisi badan Saya dan keterbatasan Saya. Jangan sampai terus-terusan nambah pikiran lagi terutama buat anak istri gara-gara cuma Saya yang belum vaksin, ” tutur Markus sambil tersenyum lebar usai mengikuti Serbuan Vaksinasi Covid-19 Nasional TNI-Polri Tahap 1 yang berlokasi di Rumah Duka Gotong Royong Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung, Sabtu 26 Juni 2021.

Pak Markus mengaku sudah lama menunggu kesempatan divaksin. Dari pertama yang divaksin itu tenaga kesehatan, tentara dan polisi rajin dia ikuti perkembangannya. Ia juga tak sungkan bertanya ke perangkat kelurahan termasuk kedua anaknya kapan giliran vaksin untuk masyarakat umum. Lugas ia juga mengaku sempat ragu karena secara usia dia sudah sepuh. Belum lagi beredar informasi mengkhawatirkan seperti vaksin itu harus bayar atau habis vaksin malah kena penyakit baru. Kondisi tubuh pasca setahun lalu mengalami kecelakaan sehingga pergerakannya harus dibantu dua tongkat juga jadi pertimbangan saat ia memikirkan proses vaksinasi yang akan diikuti.

“Anak, istri dan tetangga termasuk Pak RT yang rajin kasih Saya informasi seputar vaksin ini. Mereka juga yang mendorong Saya untuk harus vaksin. Minggu lalu Saya sudah beranikan diri datang ke puskes untuk divaksin, tapi ditolak karena kondisi kesehatan Saya tidak bagus. Belum rejeki kata istri Saya. Anak dan istri tetap menyemangati untuk vaksin karena dirumah Saya, tinggal Saya yang belum vaksin. Saya dapat info tadi malam lewat WA dari Pak RT. Saya langsung tidur, banyak minum dan makan dengan baik. Lalu kesini. Masih kayak kepikiran begitu pas ngikutin prosesnya. Begitu Pak Dokter bilang lolos untuk disuntik, lega sedikit. Begitu tadi Ibu Suster bilang kondisi Saya baik saja setelah diobservasi, hati Saya langsung plong begitu. Semoga nanti untuk yang kedua (tahap vaksinasi yang kedua), Saya masih diberi rejeki sehat seperti ini. Cuma bisa bilang terima kasih banyak buat semuanya. Mulai dari atas sampai bawah. Terima kasih banyak Saya sudah dikasih kesempatan untuk vaksin, ” lanjut warga RT 02 Karang Maritim – Panjang itu sambil kembali tersenyum.

Lancar manis, begitu ia menyimpulkan proses vaksinasi yang baru dijalaninya. Selalu dibantu oleh petugas kepolisian dari Polsek Panjang saat baru tiba dengan menggunakan layanan ojek online hingga sepanjang proses pemeriksaan kesehatan, screening kesehatan, penyuntikan dan observasi dibawah kendali personil Nakes Puskesmas Panjang. Dia bertanya apa saja juga dijelaskan dengan bahasa sederhana. Terutama poin-poin kekhawatiran dia sebagai manula pasca vaksin. Dari soal bagaimana kalau nanti demam hingga soal selera makan bertambah. Sempat terkekeh kecil saat para Nakes berulangkali ingatkan Pak Markus dan istri untuk tidak lupa dengan jadwal vaksin tahap kedua.

Bukan tanpa alasan Pak Markus sebut kesempatan vaksin yang dijalaninya adalah salah satu rejeki hari ini. Polsek Panjang jajaran Polresta Bandar Lampung yang menginisiasi kegiatan tersebut dengan menggandeng tiga matra TNI disekitarnya plus para tokoh masyarakat setempat hanya kebagian kuota 125 dosis vaksin. Antusias warga langsung terlihat karena sudah hadir dilokasi mulai pukul 07.00 WIB sementara jadwal vaksinasi dimulai pukul 08.00 WIB.

“Vaksinasi dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat 5 M terutama pada poin wajib menjaga jarak dan mengenakan masker. Berjalan dengan waktu kurang dari dua jam karena antusias masyarakat dan mereka juga sangat patuh mengikuti proses vaksin. Ada beberapa yang ditolak karena situasi dan kondisi fisik yang dinyatakan tidak lolos screening oleh tim kesehatan dari Puskesmas Panjang. Misalnya darah tinggi dan gejala penyakit yang sudah ada sebelumnya, ” kali ini Kapolsek Panjang Kompol Adit Priyanto yang bicara.

Mendapat kuota vaksin yang sedikit dibanding lokasi lain, dengan tegas Adit menyebut tidak ada yang diperlakukan khusus. Semua dapat kesempatan sama. Sebelumnya Polsek Panjang sudah menyebarkan informasi jadwal vaksinasi lewat perangkat setempat dari Kepala Lingkungan, Ketua RT, Bhabinkamtibmas, Babinsa hingga media sosial Instagram dan Facebook yang dimiliki Polsek Panjang. Untuk kelancaran pelaksanaan proses vaksin, dijawab diplomatis oleh Adit, merupakan hasil gotong royong banyak pihak. Termasuk para tokoh masyarakat setempat hingga personil Satuan Tugas Covid-19 Kelurahan & Kota Bandar Lampung.

“Bagi yang belum mendapat kesempatan vaksin, mulai Senin depan (28 Juni 2021) boleh silahkan datang ke puskesmas terdekat dikediaman masing-masing. Untuk warga Panjang boleh ke Puskesmas Panjang, ” kata dia menitipkan himbauan karena walaupun proses vaksin sudah berakhir, Rumah Duka Gotong Royong Panjang masih kedatangan warga yang ingin divaksin. Adit akhirnya bertambah tugas ikut turun tangan langsung menjelaskan ke masyarakat yang baru datang dan langsung kecewa begitu mengetahui sudah tak dapat kuota alias terlambat.

Polsek Panjang dengan kuota 125 dosis vaksin merupakan bagian dari vaksinasi Covid-19 massal 345 lokasi diseluruh Provinsi Lampung dengan total 33.198 dosis vaksin. Hari ini secara serentak diseluruh Indonesia dilakukan sebagai akselerasi perintah Presiden Joko Widodo terkait 1 Juta Vaksin Perhari. Juga dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke – 75. (Koesma/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *