POSKOTA.CO- Meningkatnya kasus penderita HIV di kabupaten Sinjai, Sulawesi selatan (Sulsel) merupakan wujud tidak konsistennya pemerintah daerah kabupaten Sinjai dalam hal penanganan kasus HIV Aids.
Menurut Rahman, semakin meningkatnya kasus HIV Aids di Sinjai karena pemerintah daerah sama sekali tidak ada upaya kongkrit yang di lakukan dalam hal penanganan HIV di kabupaten Sinjai.
” Seharusnya pemerintah daerah melakukan sosialisasi dalam hal pencegahan kasus HIV Aids, malah ketika ada penderita kasus HIV bahkan ditutupi,” kesalnya. Jumat (3/12/2021).
Lanjut dikatakan, menurut Rahman, pemerintah daerah sama sekali tidak menyisihkan anggaran untuk program pencegahan kasus HIV, wajar saja ketika kepala dinas kesehatan dr. Emmy kartahara Malik menyebutkan tren peningkatan kasus HIV di Sinjai meningkat.
” Sementara jumlah keseluruhan penderita HIV di kabupaten Sinjai sebesar 87 ODHA sementara meninggal karena HIV 86 orang sementara di lansir oleh tribun per Januari – Oktober di temukan kasus baru 19 ODHA,” Rahman mengungkapkan.
Ia menambahkan, ironinya, apa lagi ketika di perhadpkan dengan upaya pemerintah pusat tentang agenda Sustainable Devlopment goals (SDGS) poin ke tiga tentang kehidupan sehat dan kesejahteraan, tentunya hal ini tidakan tercapai.
” Besarnya kasus meninggal karena HIV itu bukan prestasi bagi satu daerah melainkan gagalnya sebuah pelayan dalam melayani rakyatnya,” ujarnya.
Sementara kepala dinas kesehatan daerah kabupaten Sinjai, dr. Emmy kartahara Malik, dimintai tanggapannya tentang bagaimana trend pengidap ODHA di Sinjai dan apa upaya Pemda untuk merangkul ODHA dan Meminimalisir penyebaran ODHA di Sinjai? Enggan memberi tanggapan.(Jumardi)







Komentar