oleh

Peresmian Rumah Belatung Kampung Edu Wisata Bhineka Kekos, Dhany: ‘Sampah Itu Berkah dan Sebuah Emas’

POSKOTA.CO – Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma bersama Ketua Tim Penggerak PKK Jakarta Pusat, Ucu Jamilah tersenyum bahagia di acara panen ikan lele dan ubi jalar di Kampung Edu Wisata Bhineka Komplek Angkasa Pura RT 014/06, Kebon Kosong (Kekos), Kemayoran, Jumat (3/12/2021).

Bersamaan dalam panen ikan lele dan ubi jalar. Orang nomor satu dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat ini juga meresmikan rumah Manggot (belatung) di kampung edu wisata bhineka mengenakan baju sadariah berwarna putih dan celana hitam berkopiah hitam dengan selendang berwarna oranye ini dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) masker putih dan memakai kacamata ini didampingi Asisten Ekbang dan Lingkungan Hidup (LH) Setko Administrasi Jakpus, Ferizan Bakwan Ginting, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Suku Dinas (Kasudin) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Fredi Prasetia, Kasudin LH Marsigit, Kasudin Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (KPKP) Penty Yunesi Pudyastuti, Camat Kemayoran Asep Mulayaman, Lurah Kebon Kosong Alfalast Susetyo Dewanto, Ketua RW 06 Ghurabilah (Bibing) dan anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 06, Ricky.

Sementara itu, dalam panen tersebut diantaranya, 50 kilogram ikan lele dijualperkilo Rp.20 ribu dan ubi jalar sebanyak 30 kilo dijual perkilo Rp. 5 ribu dan aneka sayuran lainnya 20 kilo dijual perikat Rp. 5 ribu ini laris manis terjual.

Kepada Wartawan Dhany Sukma mengaku bahwa, pada hari ini dirinya sangat bahagia karena warga Kebon Kosong menikmati kebahagian bersama di acara panen ikan lele dan ubi jalar, sekaligus menebar kembali bibit ikan lele di kolam kampung edu wisata bhinneka.

Kemudian dilanjutkan dengan gunting pita sebagai tanda peresmian rumah maggot. “Kampung edu wisata bhineka ini merupakan suatu kawasan percontohan yang orientasinya untuk penanganan lingkungan secara terpadu. Di tempat ini lah kita menyaksikan ada pengolahan sampah melalui Bank sampah.

Jadi memang bahwa sampah itu merupakan tanggung jawab bersama dan ini perlu ada wadah nya dan kader-kader atau aktivis yang menggerakkan seluruh warga masyarakat kemudian dan juga orang-orang yang peduli terhadap lingkungannya,” ucap Dhany Sukma.

Lanjut mantan Kepala Dinas (Kadis) Dukcapil Provinsi DKI Jakarta ini menambahkan, berangkat dari itulah ada potensi dan kesadaran yang tinggi juga semangat beraktivitas sehingga tempat ini dijadikan sebagai tempat untuk mendukung wisata edukasi dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan.

“Terutama sekali bagaimana menjadikan kebersamaan bahwa sampah adalah tanggung jawab kita bersama (Samtama) dengan wujud yang disepakati yaitu membangun Bank-bank sampah, komposting dalam rangka ketahananpangan yang hasilnya itu bisa digunakan untuk pakan ternak dan juga penghijauan seperti yang kita lihat saat ini penghijauan di sini itu sumbernya berasal dari pengolahan sampah organik yang diolah menjadi kompos yang hasilnya untuk penghijauan,” ungkap Dhany.

Dia membeberkan, bahwa semangat kolaborasi inilah yang harus dicontoh, karena di sini ada Pegadaian dari sektor properti yang masuk untuk mensupport kegiatan pengolahan yang ada di lingkungan wisata ini serta ada masyarakat yang mengelola nya. Kemudian ada fungsi fasilitator dari jajaran Pemkot Jakarta Pusat yang bersinergi dan berkolaborasi menjadikan tempat yang layak ini sebagai percontohan.

Perlu diketahui, sambung Dhany bahwa yang datang kesini banyak peneliti dari jakarta bahkan dunia international datang ke sini. “Isu lingkungan merupakan isu global sehingga ketika ada inisiatif yang bagus secara collaboration dibangkitkan melalui pariwisata bhinneka ini tentang pengelolaan sampahnya maupun keterkaitan seluruh stakeholder yang bisa dilakukan untuk mengatasi persoalan sampah. Artinya pemberdayaan nya juga disini menarik untuk diteliti kemudian kolaborasi nya keterlibatan seluruh stakeholder yang ikut ambil bagian,” katanya.

Keunggulan kampung edu wisata bhineka ini, tambah Dhany patut kita ancungkan jempol karena ada semangat konektivitas sosial yang terbangun. Tanpa kohesivitas sosial yang baik kita akan sulit menata lingkungan. “Janganlah memandang sampah hanya sebuah masalah tetapi kalau kita mau konversi ini semua sesungguhnya bisa menghasilkan sebuah keberkahan. Jika sampah kita konversi bersama pegadaian bisa menjadi sebuah emas yaitu melalui tabungan bersama pegadaian. Artinya sampah itu tergantung kita kalau kita mau mengolah dengan baik akan menghasilkan keberkahan,” tuturnya menyudahi wawancara.

Pengelola kampung edu wisata bhineka, Joko Sarjono menambahkan, kegiatan rangkaian di kampung edu wisata bhineka meliputi panen ikan lele dan peresmian rumah maggot. “Rangkaian kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Sudin KPKP dan Sudin LH serta fasilitator jajaran Pemkot Jakpus,” singkat Joko Sarjono.

Sedangkan, Kasudjn KPKP Jakpus, Penty Yunesi Pudyastuti mengatakan, pada kegiatan panen ikan lele pihaknya menyediakan benih ikan lele sebanyak 1.500 ekor untuk disebar di kolam kampung edu wisata bhineka. Selain itu, tambah Penty berbagai bibit tanaman seperti, cabe, kol, tanaman toga dan tanaman hias, dan tanaman sayuran dan tanaman buah dalam pot. “Sudin KPKP Jakpus juga membimbing dengan pelatihan kelas berkebun dengan empat tahapan,” singkatnya (van)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *