oleh

Tolong… Empat Kerabat Saya Tertimbun!

“KANG..Saya mau melapor empat kerabat  hilang. Saya belum tahu nasibnya. Tolong..,” kata Manner Tampubolon,  saat melapor ke Posko Bencana, di Cimanggung, Sunedang.

Tampubolon, mendatangi posko sendirian. Dengan suara  lirih, ia masuk  ruang laporan dan menceritakan ihwal keluarga besarnya itu. Dengan suara terbata- bata Tampubolon menyebutkan identitas kerabatnya itu. ” Ada empat anggota keluarga yang hilang diduga tertimbun lingsor.”

Dengan raut muka sedih, ia mengabsen identitas korban yakni R Tampubolon, 60, dan suaminya Maruba Sihombing,65,. Kemudian cucunya Abraham,7, dan Tasya,9,. Mereka diduga kuat tertimbun karena rumahnya pun hancur, “Tuhan…bagaimana keadaan mereka,” ucapnya lagi.

Pasangan kakek dan nenek tinggal di Kampung Bojong Kondang yang luluh lantak diterjang longsor. Ia sehari hari di rumahnya itu ditemani dua cucunya. Namun, keempatnya kini tak jelas nasibnya. “Saya meyakini keempatnya diduga tertimbun,” ungkap Tampubolon, di hadapan Fadlan Irfan ketua relawan bencana.

Sambil menahan rasa sedih, pria yang tunggal di Bandung itu kembali menceritakan ihwal kerabatnya. Sekitar pukul 19.00 WIB menurutnya masih sempat berhubungan melalui telepon seluler. Sayang, saat dihubungi kembali pukuk 21.00 WIB teleponnya mati. ” Saya  melapor ke posko karena duduga kuat keempatnya tertimbun.”

Manner Tampubolon, merupakan salah satu dari puluhan warga yang melapor karena anggota keluarganya hilang. Meski kerabatnya hingga Minggu malam masih  misterius, namun ia mengaku tetap berusaha untuk menemukan kerabatnya.

“Saya akan berupaya melakukan pencarian. Ini sudah kewajiban,” pungkasnya. (dono darsono/sir).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *